
Sukoharjonews.com (Brebes) – Pembangunan infrastruktur pertanian 2025 dipercepat oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hal itu sebagai upaya untuk mewujudkan Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat regional.
Salah satu fokus utama yang dijalankan Pemprov Jateng, adalah pembangunan 10 embung di berbagai daerah. Dari jumlah tersebut, delapan embung merupakan proyek pembangunan baru, sementara dua lainnya merupakan kegiatan rehabilitasi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Pemprov Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro mengatakan, pembangunan embung itu diharapkan mampu memperkuat sistem irigasi pertanian, menjaga ketersediaan air di musim kemarau, serta meningkatkan produktivitas lahan pertanian di wilayah-wilayah yang rawan kekeringan.
“Total anggaran ada Rp118 miliar, terbagi 24 paket pekerjaan di tahun 2025. Di antaranya ada pembangunan delapan embung baru dan dua rehab,” ujarnya, dikutip dari laman Prmprov Jateng, Sabtu (15/11/2025).
Dengan langkah tersebut, Pemprov Jateng optimistis dapat menjaga stabilitas produksi pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Upaya itu juga sejalan dengan program Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, untuk memperkuat infrastruktur pertanian secara berkelanjutan, dan menjadikan Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional yang tangguh.
Delapan embung baru tersebut adalah Embung Salam kapasitas 10.916,50 m3, Embung Selur 25.693,75 m3, Embung Rondo Kuning 24.292,5 m3, Embung Geblok 6.450 m3, Embung Karangjati 70.875 m3, Embung Kemurang wetan 12.468 m³, Embung Tegalwulung 10.747 m³, serta Embung Plosorejo 25.145 m3.
“Kami pastikan proyek infrastruktur tersebut selesai di tahun 2025 ini,” tegasnya.
Bantuan embung salah satunya dilaksanakan di Desa Kemurang Wetan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes. Embung tersebut pengerjaan sudah mencapai 80 persen.
Kepala Desa Kemurang Wetan, Dustam menyampaikan, bantuan embung tersebut mampu menjadi solusi bagi petani bawang merah, atas kendala kesulitan air saat musim kemarau.
“Kalau kemarau biasanya petani bawang merah di sini kesulitan air. Jadi, masa tanam hanya bisa dua kali. Bantuan embung ini sangat membantu memenuhi kebutuhan air petani,” katanya.
Tampungan air pada embung, paparnya, mampu memenuhi kebutuhan air hingga melebihi 40 hektare areal sawah. (nano)















Facebook Comments