Dorong Pemerataan Ekonomi di Wilayah 3T, ASDP Perkuat Peran Penyeberangan

banner 468x60
ASDP tegaskan komitmen dukung pengentasan kemiskinan melalui akses penyeberangan di wilayah 3T, program TJSL, hingga kontribusi ekonomi nasional. (Foto: Dok ASDP)

Sukoharjonews.com (Jakarta) – Dalam upaya mendorong pengentasan kemiskinan, terutama di kawasan 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menunjukkan komitmennya. PT ASDP memiliki peran penting untuk mewujudkan ketersediaan transportasi yang merata.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan transportasi yang merata.

“Sebagai BUMN penyedia layanan penyeberangan, ASDP memikul tanggung jawab untuk memperluas jangkauan konektivitas hingga ke pelosok negeri, terutama di daerah 3T. Akses transportasi yang andal adalah fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” terang Heru, dikutip dari laman KabarBUMN, Selasa (30/9/2025).

Salah satu wujud komitmen tersebut tampak di Pulau Enggano, Bengkulu. Pulau yang sebelumnya sempat terisolasi akibat pendangkalan alur pelayaran kini kembali terhubung melalui beroperasinya KMP Pulo Tello di rute Bengkulu–Enggano.

Dalam kurun Januari hingga Juni 2025, kapal ini telah melayani 3.695 penumpang dan 574 unit kendaraan. “Selain meningkatkan mobilitas, layanan ini mempermudah distribusi BBM dan kebutuhan pokok masyarakat di Enggano,” kata Heru.

ASDP juga memperkuat kiprahnya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berbasis tiga pilar, yaitu sosial, lingkungan, dan ekonomi.

Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, menegaskan TJSL merupakan bentuk investasi sosial yang menjembatani pertumbuhan ekonomi dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Melalui TJSL, kami membekali masyarakat dengan kapasitas dan peluang yang merata, termasuk di daerah 3T.”

“Program yang telah kami jalankan antara lain beasiswa untuk mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa, pelatihan kewirausahaan bagi IKM dan UKM, hingga penyediaan produk UMKM di vending machine di destinasi pariwisata unggulan seperti Danau Toba dan Labuan Bajo,” jelas Shelvy.

Selain kontribusi sosial, ASDP juga memberikan dampak ekonomi nyata. Perusahaan ini mencatat setoran dividen sebesar Rp101 miliar kepada negara, pembayaran pajak senilai Rp257 miliar pada 2024, serta menyerap tenaga kerja lebih dari 6.000 karyawan.

“Kinerja ini menunjukkan bahwa ASDP tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan publik, tetapi juga motor penggerak ekonomi nasional,” lanjut Shelvy.

Ke depan, ASDP bertekad untuk semakin memperkuat perannya dalam pembangunan berkelanjutan.

“Kami akan terus memperluas aksesibilitas penyeberangan, meningkatkan kualitas layanan publik, dan menghadirkan program TJSL yang lebih berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan upaya nasional dalam mengentaskan kemiskinan,” tambah Shelvy. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *