Huawei Meluncurkan Smart Door Lock 2 Edisi Yuexiang dengan Pengenalan Urat Telapak Tangan dan Lubang Intip HD 161°

banner 468x60
Huawei Smart Door Lock 2 Edisi Yuexiang. (Foto: Gizmochina)

Sukoharjonews.com – Huawei telah resmi meluncurkan Smart Door Lock 2 Edisi Yuexiang di Tiongkok, dengan penjualan dimulai hari ini pukul 10.08. Model baru ini dibanderol dengan harga eceran 1.999 yuan atau Rp4,5 jutaan.

Dikutip dari Gizmochina, Minggu (24/8/2025), perilisan ini menyusul peluncuran terbaru jajaran Smart Door Lock 2 Huawei yang lebih luas, yang mencakup model dasar, varian Pro, dan edisi Ultra kelas atas. Edisi Yuexiang melengkapi portofolio yang terus berkembang ini, menawarkan harga yang lebih terjangkau namun tetap mempertahankan fitur-fitur utama rumah pintar.

Spesifikasi Huawei Smart Door Lock 2 Edisi Yuexiang
Kunci pintar baru ini dilengkapi dengan pengenalan urat telapak tangan bertenaga AI sebagai metode pembukaan kunci utama. Sistem ini menggunakan pencitraan inframerah-dekat untuk memindai pola pembuluh darah internal telapak tangan, yang membuatnya lebih aman daripada sistem sidik jari tradisional. Metode ini menghindari masalah jari basah atau kesalahan posisi, dan dapat digunakan di berbagai ketinggian tangan.

Huawei telah melengkapi perangkat ini dengan chip NPU generasi terbaru yang memberikan daya komputasi 1,5 kali lebih besar daripada Smart Door Lock Pro. Sistem ini juga mendukung sensor jarak ultrasonik. Ketika seseorang mendekati pintu, modul pengenalan akan aktif secara otomatis, mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk membuka kunci pintu.

Kunci ini dilengkapi kamera lubang intip sudut ultra lebar 161 derajat, yang memungkinkan pengguna memantau area di luar pintu mereka secara real-time. Rekaman video langsung dapat dilihat di berbagai platform Huawei, termasuk ponsel pintar, layar pintar, dan sistem infotainment dalam mobil.

Mendukung komunikasi dua arah dan pembukaan kunci jarak jauh melalui aplikasi Huawei Smart Life. Sistem ini juga mengirimkan notifikasi suara dan mendukung pengaturan pengingat untuk menambah kenyamanan.

Huawei menggunakan baterai lithium 10.000mAh sebagai sumber daya utama. Perusahaan mengklaim baterainya dapat bertahan antara lima hingga tujuh bulan dengan pengisian penuh. Ketika baterai utama habis, sistem akan beralih ke empat baterai AA untuk membuka kunci cadangan. Terdapat juga tombol darurat yang mengaktifkan pembukaan kunci berbasis sidik jari atau kata sandi jika semua sumber daya terkuras.

Kunci ini beroperasi secara senyap dan dilengkapi mekanisme keamanan bawaan untuk mendeteksi masuk paksa atau perusakan. Huawei mengklaim perangkat ini memenuhi standar kualitas dan daya tahan yang ketat. Perangkat ini telah menjalani pengujian ekstensif dan dilengkapi dengan dukungan purna jual yang andal. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *