
Sukoharjonews.com – Adzan adalah panggilan bagi umat Islam untuk melaksanakan salah satu rukun utama, yaitu shalat. Membaca doa setelah adzan merupakan amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat Muslim. Setelah muadzin selesai mengumandangkan adzan, dianjurkan untuk membaca doa untuk memohon syafaat Nabi Muhammad SAW. Doa ini mencakup permohonan agar Allah memberikan kedudukan dan keutamaan kepada Nabi Muhammad di akhirat serta menyelamatkan kita dari siksa.
Dikutip dari Bincang Syariah, pada Rabu (16/4/2025) Rasulullah saw. secara khusus mengajarkan doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika adzan Magrib berkumandang, sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits dari Ummu Salamah r.a.
Dalam hadits tersebut, Ummu Salamah r.a. menyampaikan bahwa Rasulullah saw. mengajarkan doa khusus yang berbunyi:
عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: عَلَّمَنِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقُولَ عِنْدَ أَذَانِ الْمَغْرِبِ : اللَّهُمَّ إِنَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وَإِدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ لِي. (رواه ابو داود)
Artinya; Dari Ummu Salamah r.a., ia berkata, “Rasulullah saw. telah mengajariku apa yang harus aku ucapkan ketika azan Magrib (berkumandang).
“Allahumma inna hadzaa iqbaalu lailika wa idbaaru nahaarika wa ashwaatu du’aatika faghfirlii.”
Ya Allah, sungguh ini (waktu) datangnya malam-Mu, perginya siang-Mu, dan suara-suara panggilan-Mu, maka ampunilah aku.” (HR. Abu Daud).
Doa ini memiliki makna tentang pengakuan terhadap pergantian waktu sebagai bagian dari kekuasaan Allah dan permohonan ampunan kepada Allah. Malam adalah waktu yang istimewa dalam Islam. Ketika siang berlalu, berbagai amal perbuatan manusia di siang hari telah dicatat.
Maka, doa setelah adzan Maghrib ini mengajarkan umat Islam untuk meminta ampunan sebelum memasuki malam, sebagai bentuk muhasabah atas apa yang telah dilakukan sebelumnya. Dengan berdoa pada waktu ini, seorang Muslim diingatkan untuk senantiasa introspeksi diri dan memperbaiki amalannya.
Selain itu, doa ini juga mengandung pengakuan terhadap tanda-tanda kebesaran Allah, yaitu datangnya malam dan perginya siang. Dalam Al-Qur’an, Allah sering menyebutkan pergantian siang dan malam sebagai bukti kekuasaan-Nya. Dengan membaca doa ini, seorang Muslim diajak untuk merenungkan kebesaran Allah dan memperkuat keyakinannya terhadap ketetapan-Nya.
Bagian terakhir dari doa ini adalah permohonan ampunan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya meminta ampun kepada Allah setiap saat, termasuk ketika waktu Magrib tiba. Rasulullah saw. sendiri merupakan pribadi yang senantiasa memohon ampunan kepada Allah, meskipun beliau adalah manusia yang paling suci. Ini menjadi teladan bagi umat Islam agar tidak lalai dalam memohon rahmat dan maghfirah dari Allah.
Mengamalkan doa ini juga merupakan bagian dari mengikuti sunnah Rasulullah saw. Sebagai umatnya, kita dianjurkan untuk meneladani segala ajaran beliau, termasuk dalam hal doa dan ibadah. Dengan rutin membaca doa ini, kita tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga merasakan ketenangan hati dalam menyambut malam yang penuh keberkahan.
Selain itu, doa ini juga menjadi pengingat bahwa malam adalah waktu yang penuh dengan rahmat dan keberkahan. Dalam banyak riwayat, disebutkan bahwa malam adalah waktu mustajab untuk berdoa dan beribadah. Oleh karena itu, dengan memulai malam dengan doa yang diajarkan Rasulullah saw., kita telah mempersiapkan diri untuk mendapatkan keberkahan di waktu malam tersebut.
Semoga kita dapat istiqamah dalam mengamalkan doa ini setiap kali adzan Magrib berkumandang. Dengan terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampunan-Nya, kita berharap mendapatkan rahmat dan perlindungan-Nya di dunia maupun di akhirat. Aamiin. Wallahu a’lam bisshawab.(cita septa)



Facebook Comments