Tak Berkategori  

Kenali Lebih dalam Penyebab Sleep Walking

banner 468x60
Mengenal sleep walking.(Foto:Pillow app)

Sukoharjonews.com – Penyakit Tidur Berjalan atau somnabulisme adalah bangunnya tubuh seseorang dan berjalan atau bahkan melakukan aktifitas sesuatu walaupun sedang dalam keadaan tertidur.

Dilansir dari honestdocs, Jum’at (3/1/2025), somnabulisme lebih sering terjadi pada anak kecil dibanding orang dewasa. Biasanya penyakit ini tidak memerlukan penanganan serius, namun bila sering terjadi bisa mengindikasikan adanya penyakit lainnya yang mendasari penyakit tidur berjalan ini.

Penyebab terjadinya Tidur Berjalan
Penyakit Tidur Berjalan dimasukkan kedalam kategori gangguan tidur. Penyebab dari Penyakit Tidur Berjalan juga belum dapat diketahui dengan pasti, namun biasanya diasosiasikan dengan beberapa hal, antara lain:

Usia.
Biasanya terjadi lebih sering pada masa anak anak dibanding orang dewasa.

Genetik.
Faktor genetika memegang peran penting dalam penyakit ini dikarenakan penyakit tidur berjalan sepuluh kali lebih besar terjadi pada penderita yang keluarga intinya mengalami gangguan yang sama.

Lingkungan.
Faktor lingkungan juga bisa menyebabkan seseorang mengalami penyakit tidur berjalan. Lingkungan yang memicu tingginya faktor stress, kekurangan tidur, kebiasaan meminum alkohol, obat-obatan terlarang, serta penggunaan antihistamin berlebihan bisa meningkatkan resiko terjadinya penyakit tidur berjalan ini.

Fisik.
Faktor Fisik juga dapat menyebabkan penyakit tidur berjalan, biasanya orang orang dalam keadaan menstruasi atau hamil, aritmia, demam, GERD, asma, kejang, Obstructive Sleep Apnea, psikosis, PTSD (Post Traumatic Stress Disorder), ansietas dan serangan panik bisa menyebabkan penyakit tidur berjalan.

Tanda dan gejala dari penyakit Tidur Berjalan
Biasanya gejala akan bisa dilihat saat setelah penderita tidur lelap. Biasanya penyakit tidur berjalan akan menimbulkan gejala seperti:

Berbicara saat tidur dan berdiri dan berjalan saat tidur, sampai melakukan aktifitas seperti memasak, menggunakan alat musik, dan lain lain namun tidak merespon jika dipanggil. Walaupun biasanya saat melakukan hal ini mata dalam keadaan terbuka, namun bila dipanggil biasanya penderita tidak akan merespon karena sebenarnya memang sedang dalam keadaan tertidur. Penderita pada umumnya akan sulit dibangunkan dan tidak akan mengingat kejadian yang dilakukannya saat tidur dan terbangun dalam keadaan bingung.(patrisia argi)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *