Tak Berkategori  

Berikut Makanan Pemicu Kanker yang Perlu Dibatasi

banner 468x60
Makanan pemicu kanker.(Foto:Halodoc)

Sukoharjonews.com – Kanker adalah penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di seluruh dunia, di mana salah satu pemicunya adalah makanan. Untuk itu, menghindari makanan pemicu kanker bisa menjadi upaya pencegahannya.


Dilansir dari Siloam Hospital, Minggu (21/7/2024),menurut penelitian, pola makan yang sehat bergizi dapat mengurangi risiko kanker. Karenanya, Anda perlu mengetahui apa saja makanan pemicu kanker yang perlu diwaspadai. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Daftar Makanan Pemicu Kanker
Salah satu cara menurunkan risiko kanker adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, termasuk mengatur pola makan. Dalam mengatur pola makan, tentu Anda harus memperhatikan apa saja makanan yang berisiko memicu kanker dan perlu dihindari. Berikut masing-masing penjelasan tentang makanan pemicu kanker.

1. Makanan Berpengawet
Makanan berpengawet mengandung zat nitrat yang berpotensi memicu kanker usus apabila dikonsumsi dalam jumlah besar. Selain itu, jenis makanan ini memiliki kandungan garam dan lemak tinggi. Di mana, garam disebut-sebut dapat meningkatkan risiko kanker lambung.


2. Daging Merah
Beberapa penelitian membuktikan bahwa konsumsi daging merah secara berlebih dapat meningkatkan risiko kanker. Makanan pemicu kanker ini mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi.

Risiko kanker akibat daging merah berlebih akan semakin meningkat bila diolah dengan cara dibakar, digoreng, atau dipanggang. Hal ini dikarenakan metode tersebut dapat mendorong pembentukan zat atau senyawa karsinogenik yang dapat memicu timbulnya risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker kolorektal dan kanker lambung.Meski begitu, bukan berarti Anda tidak diperbolehkan mengonsumsi daging.


3. Makanan Cepat Saji
Makanan pemicu kanker berikutnya adalah jenis makanan cepat saji yang tinggi lemak, garam, dan gula. Mengonsumsi makanan cepat saji secara berlebihan disertai dengan kurangnya aktivitas fisik dapat memicu kenaikan berat badan secara berlebih atau obesitas.

Lalu, apa hubungan antara obesitas dan kanker? Pengidap obesitas mengalami peradangan kronis tingkat rendah di dalam tubuhnya. Peradangan yang berlangsung dalam waktu lama dapat memicu kerusakan atau mutasi DNA yang dapat meningkatkan risiko pertumbuhan kanker.

4. Gorengan
Makanan yang diproses menggunakan suhu tinggi diketahui dapat meningkatkan risiko kanker, gorengan salah satunya. Gorengan termasuk dalam makanan bertepung, yang mana bila diolah dengan suhu tinggi dapat menghasilkan senyawa akrilamida yang sifatnya karsinogenik.

Senyawa tersebut juga dapat merusak DNA dan menyebabkan kematian atau mutasi sel. Bahkan bukan hanya kanker, mengonsumsi gorengan berlebih juga dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan obesitas.(patrisia argi)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *