
Sukoharjonews.com – Xiaomi secara resmi mengumumkan perangkat penyimpanan terpasang jaringan (NAS) pertamanya, yang diberi nama Xiaomi Smart Storage, di China. Produk ini telah dirumorkan selama setahun terakhir, dan secara alami masuk ke dalam ekosistem elektronik konsumen dan rumah tangga Xiaomi yang terus berkembang.
Dilansir dari Gizmochina, Selasa (30/6/2026), namun, alih-alih peluncuran ritel penuh, Xiaomi memilih jalur crowdfunding. Kampanye ini dijadwalkan berlangsung dari 1 Juli hingga 8 Juli, dan produk hanya akan dilanjutkan jika target pendanaan tercapai.
Opsi penyimpanan dan harga
Xiaomi belum mengungkapkan spesifikasi teknis lengkapnya, tetapi telah mengkonfirmasi bahwa Smart Storage akan tersedia dalam tiga konfigurasi, semuanya dibangun di sekitar desain dual-bay.
Versi pemula (Beginner) menawarkan penyimpanan 4TB (2TB x 2) dengan harga crowdfunding ¥2.299 atau Rp6 jutaan, dibandingkan dengan harga ritel yang disarankan ¥3.499 atau Rp9,2 jutaan.
Versi Advanced menawarkan penyimpanan hingga 8TB (4TB x 2) dengan harga ¥2.899 atau Rp7,6 jutaan, dengan harga ritel ¥4.499 atau Rp11,9 jutaan. Di level teratas, versi Professional dengan penyimpanan 16TB (8TB x 2) tersedia melalui crowdfunding dengan harga ¥4.699 atau Rp12,4 jutaan, dibandingkan dengan harga ritel ¥6.999 atau Rp18,5 jutaan.
Pengaturan dua slot di ketiga tingkatan menunjukkan bahwa perangkat ini dapat digunakan oleh pengguna rumahan yang mencari penyimpanan media lokal dan pengguna kantor kecil yang menginginkan solusi pencadangan mandiri. Diskon crowdfunding khususnya menjadikan Xiaomi Smart Storage sebagai penawaran yang bagus untuk para pendukung awal.
Spesifikasi lengkap, fitur perangkat lunak, dan detail konektivitas diharapkan akan menyusul seiring mendekatnya tanggal peluncuran kampanye. Xiaomi belum mengkonfirmasi apakah rilis internasional direncanakan. (nano)













Facebook Comments