Wartawan “Bodrek” Gentayangan, Kades Paluhombo Bendosari Diperas Rp25 Juta

Kades Paluhombo Juwanti.

Sukoharjonews.com (Bendosari) – Keberadaan wartawan abal-abal atau wartawan “bodrek” membuat resah para kepala desa (kades) di Sukoharjo. Pasalnya, wartawan abal-abal tersebut datang bukan untuk mencari berita, tapi justru memburu uang dengan cara memeras. Biasanya, wartawan tersebut menggunakan modus dengan mengancam kades dengan kasus tertentu. Seperti yang dialami Kades Paluhombo, Bendosari yang dimintai uang sebesar Rp25 juta.



Pengakuan datang dari Kades Paluhombo, Juwanti, 51, yang didatangi wartawan atas nama Yosep Agus yang mengaku wartawan Bhayangkara. Saat datang, Agus menggunakan Id Card peliputan kegiatan Presiden Jokowi di wilayah Surakarta yang dikeluarkan oleh Korem 074 Warastratama Surakarta pada 5 Juni 2019 lalu.

Dikatakan Juwanti, sebelumnya oknum wartawan tersebut mendatangi mantan Kades Paluhombo Mulyadi. Dalam kesempatan itu, pelaku mengatakan jika ijazah Kades Paluhombo yang menjabat saat ini bermasalah. Saat itu, sang oknum menyatakan ijazah SMP persamaan yang dimilikinya palsu dan meminta pada Mulyadi untuk menyampaikan hal itu pada dirinya karena Mulyadi masih memiliki hubungan kerabat.

Awalnya, ujar Juwanti, dirinya mendapat informasi dari Mulyadi jika ada seorang wartawan dari Bhayangkara dan LSM yang mempermasalahkan ijazah SMP persamaan miliknya. Juwanti mengaku lupa dengan nama oknum LSM yang bersama wartawan tersebut.

“Setelah itu, oknum wartawan yang mengaku dari Bhayangkara tersebut mendatangi saya di kantor dan juga ke rumah,” ujarnya, Senin (9/9).

Saat datang itulah oknum wartawan tersebut mengancam akan membeberkan informasi soal ijazah SNP persamaan miliknya yang disebut palsu. Kemudian, oknum tersebut meminta dirinya memberikan uang Rp25 juta agar kasus ijazah tersebut tidak diberitakan. Merasa ijazahnya tidak ada masalah, dirinya pun tidak memberikan uang yang diminta tersebut.

Terkait percobaan pemerasan tersebut, Juwanti mengaku sudah meminta perlindungan ke Polsek Bendosari. Hanya saja, Juwanti mengaku belum melaporkan kasus percobaan pemerasan tersebut ke polisi. “Kalau masih mengancam dan meminta uang lagi, baru akan saya laporkan ke polisi,” tandasnya. (erlano putra)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.