
Sukoharjonews.com (Jakarta) – Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) kembali dijalankan. Salah satunya menyasar 100 keluarga prasejahtera di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat.
Bantuan ini menjadi langkah lanjutan dari program strategis “Merdeka dari Kegelapan” yang dirancang Pemerintah untuk meningkatkan akses energi. Terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan 3T, yang selama ini menjadi fokus utama dalam pembangunan sarana kelistrikan nasional.
Program ini membawa perubahan signifikan bagi warga Fakfak, termasuk Kamal Retraubun, 52, yang kini bisa menggunakan listrik secara mandiri di rumahnya. Ia mengungkapkan rasa syukur karena tidak lagi harus bergantung pada sambungan dari rumah mertua, mengingat sebelumnya seluruh anggota keluarga harus urunan ketika token listrik habis.
“Alhamdulillah, bersyukur karena ada yang bisa bantu kami untuk punya meteran sendiri. Kami sangat senang.”
“Sebelumnya saya pakai listrik dari rumah mertua. Kalau token habis, semua mengumpulkan uang untuk beli token listrik. Sekarang karena sudah ada listrik, bisa kami pakai kerja, anak-anak belajar, dan lancar semua aktivitas,” ujarnya, dikutip dari laman KabarBUMN, Kamis (20/11/2025).
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan Pemerintah akan terus memastikan pemerataan akses listrik di seluruh Nusantara, termasuk bagi keluarga prasejahtera. Langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan keadilan energi.
Ia menambahkan, “Ada saudara-saudara kita yang memang sudah ada jaringan listrik tapi tidak bisa pasang sambung ke rumah karena tidak mampu. Pemerintah hadir mengatasi itu.”
“Saya tidak mau lagi apa yang pernah kita rasakan, saya rasakan dulu sekolah tidak ada listrik itu terjadi pada generasi mendatang.”
Hingga September 2025, sebanyak 135.482 keluarga prasejahtera telah masuk dalam daftar calon penerima BPBL siap sambung dari target nasional 215.000 rumah tangga di tahun tersebut. Khusus untuk Papua Barat, 4.550 rumah tangga ditargetkan menerima bantuan ini. Bahlil turut menekankan besarnya tantangan pemerataan energi di wilayah tersebut.
“Rasio elektrifikasi di Indonesia itu 99%. Sementara di wilayah Papua Barat rasio elektrifikasi itu baru 89%. Jadi kita memang masih membutuhkan banyak hal.”
“Di Fakfak ini termasuk ada hampir sekitar 500 rumah yang akan kita pasang penyambungan listrik gratis, tidak pakai bayar. Target kami, tahun 2027, seluruh kampung di Fakfak harus terang,” tegasnya.
Dukungan penuh terhadap percepatan program BPBL juga disampaikan oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo. Ia memastikan bahwa PLN sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM untuk memperluas pemerataan listrik.
Darmawan menyampaikan, “Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, kami siap all out menyukseskan Program BPBL.”
“Bagi kami, listrik merupakan fondasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan, menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja, serta membantu mengentaskan kemiskinan. PLN akan memastikan seluruh warga, tanpa terkecuali, dapat menikmati listrik.”
Di samping menyalurkan BPBL, PLN juga memperkokoh pelayanan kelistrikan di Fakfak melalui peresmian Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Fakfak. Peningkatan status dari Unit Layanan Pelanggan (ULP) ini diharapkan menjadi dorongan baru bagi pelayanan publik di wilayah tersebut, terlebih dengan momentum Hari Ulang Tahun ke-125 Kabupaten Fakfak. (nano)















Facebook Comments