Polres Siap, Soal Kebijakan Yang Diambil Terkait Corona, Termasuk Penerapan PSBB

Polres Sukoharjo saat menggelar “Tactical Floor Game” dihadiri Bupati Wardoyo Wijaya dan Dandim Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa.

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Wacana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terus bergulir menyusul naiknya kasus positif Corona di Sukoharjo. Hingga saat ini, jumlah positif Corona sudah mencapai 17 orang yang tersebar di lima kecamatan. Terkait kemungkinan PSBB, Polres menyatakan siap secara personil maupun sarana prasana pendukung.



“Polres sendiri sudah menggelar “Tactical Floor Game” (TFG) terkait pandemi virus Corona. Dengan TFG ini kita mempersiapkan kegiatan-kegiatan, harus melakukan apa, dan lainnya,” ujar Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Rabu (22/4/2020).

Terkait kemungkinan ada PSBB, Kapolres berharap tidak sampai diterapkan di Sukoharjo. Namun, jika kebijakan tersebut akhirnya diambil, maka Polres bersama Kodim sudah siap. “Kita berandai-andai meski berharap tidak sampai terjadi. Penanganan Corona tidak hanya pemerintah saja, tapi semuanya dengan gotong royong saling membantu,” ujarnya lagi.

Sedangkan Dandim Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa mengatakan, ada tolok ukur tertentu untuk penerapan PSBB. Selama ini, TNI-Polri bersama gugus tugas membahas setiap perkembangan yang ada terkait virus Corona. Termasuk didalamnya kemugkinan penerapan PSBB. Namun, penerapan PSBB sendiri terkait dengan banyak hal dan harus memenuhi kriteria tertentu.

“Sampai hari ini belum ada kebijakan atau keputusan soal PSBB tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Yunia Wahdiyati mengatakan, dalam paparan data pendukung terkait PSBB, Sukoharjo masih belum layak menerapkan PSBB. Dari paparan data yang dilakukan di provinsi, skor nilai berdasarkan data masih kurang atau tidak sesuai batas minimal skor yang sudah ditentukan.

Yunia menjelaskan, saat rapat di bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dilakukan identifikasi perkembangan kasus virus Corona di Sukoharjo. Yunia mengaku skor Sukoharjo masih kalah dibanding Semarang dan Solo. Soal penerapan PSBB tersebut menjadi kewenangan provinsi. “Ada banyak syarat harus dipenuhi apabila menerapkan PSBB. Tidak hanya kasus yang banyak tapi juga faktor penunjang lain,” kata Yunia. (erlano putra)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed