Petani Klaten Dikenalkan dengan Biosaka, Apa itu?

Ilustrasi.

Sukoharjonews.com (Klaten) – Dalam upaya peningkatan produksi komoditas tanaman pangan di Kabupaten Klaten, Kementerian Pertanian memberikan bimbingan teknis (bimtek) pada petani sekaligus pelaksanaan demplot uji coba bahan alami. Hal itu dilakukan oleh Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian.


Saat berkunjung ke Klaten, Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Suwandi, memperkenalkan kepada para kelompok tani tentang biosaka. Biosaka merupakan salah satu sistem teknologi terbarukan dalam perkembangan dunia pertanian organik modern yang terbentuk sebagai bioteknologi.

“Biosaka terbuat dari rerumputan yang dicampur dengan air lalu dihancurkan, setelah itu dapat langsung diaplikasikan di lahan untuk semua jenis tanaman,” jelas Suwandi, dikutip dari laman Pemkab Klaten, Sabtu (4/6/2022).

Menurutnya, untuk pemilihan rumput, harus memakai rumput yang sehat yang tidak tercampur bahan kimia dan harus diketahui masa pertumbuhan rumput berada di fase vegetatif atau generatif. “Biosaka ini terbuat dari rerumputan yang dicampur air lalu dihancurkan,” terangnya.

Suwandi mengatakan, biosaka memiliki manfaat yang banyak yaitu dapat menekan biaya produksi, mengurangi hama penyakit sehingga hasil panen lebih bagus, tanah menjadi lebih subur, harga hasil panen menjadi bagus, dan membuat petani mendapat untung yang besar.


Suwandi menekankan, biosaka tersebut adalah gratis yang dibuat sendiri dari bahan alam dan tidak diperjualbelikan. Oleh karena itu, para petani diharapkan dapat memanfaatkan pelatihan tersebut sebaik mungkin agar ke depan dapat memetik hasil yang memuaskan.

“Barang ini (biosaka) hanya bisa di buat sendiri, gratis. Bahannya dari alam dan kita gunakan untuk alam, jadi tidak diperjualbelikan dan tidak ada yang jual juga. Manfaatkan pelatihan dengan baik agar ke depan hasil yang diperoleh juga memuaskan,” pesannya.

Sedangkan Bupati Klaten Sri Mulyani, menyambut baik bimtek dan pelaksanaan demplot uji coba dari Kementan. Menurutnya, Kabupaten Klaten telah melakukan beberapa program dari Kementerian Pertanian yaitu IP 400 dan penanaman 10.000 hektare tanaman kedelai. Selain itu, Kabupaten Klaten juga memiliki produk pertanian unggulan yaitu padi rojolele dengan dua varietas Srinar dan Srinuk.

“Pemkab Klaten juga telah menjalin kerja sama dengan UGM dan Kementan dalam penanaman kedelai di Kabupaten Klaten. Dengan kerja sama ini kami akan berusaha menyukseskan kegiatan tersebut. Selain itu, Klaten juga akan menyukseskan program dari Kementan lainnya,” tutur Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga mengatakan, pengenalan inovasi pupuk Biosaka kepada petani di Kabupaten Blitar diharapkan dapat diadopsi oleh Kabupaten Klaten, sehingga masyarakat menjadi semakin maju, mandiri, dan sejahtera. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.