Mobil Listrik Ababil UMS Wakili Indonesia Berlomba ke Jepang

Mobil listrik “Ababil” karya mahasiswa Fakultas Teknik UMS akan mewakili Indonesia mengikuti balapan mobil listrik di Jepang. (Foto: Istimewa)

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bakal menjadi wakil Indonesia untuk mengikuti lomba balap mobil listrik di Jepang. Mobil listrik UMS sendiri dikembangkan melalui program “Electric Car Research Centre” (ECRC) Fakultas Tehnik. Event lomba di Jepang sendiri adalah “World Econo Move 2018”.



“Mobil listrik yang kami buat di ECRC Fakultas Teknik UMS. Mobil listrik yang kami buat diberi nama “Ababil”,” ujar salah satu mahasiswa Fakultas Teknik UMS yang akan ikut ke Jepang Muklas, Selasa (3/4).

Dia mengatakan, dalam event tersebut mobil listrik “Ababil” buatan ECRC UMS akan dibawa ke Jepang mengikuti balapan tersebut. Nantinya, saat di Jepang tim masih harus melewati tes uji mobil listrik terlebih dahulu sebelum lomba. Hal tersebut terkait layak tidaknya mobil “Ababil” mengikuti balapan. Untuk itu, mereka optimistis karena “Ababil” dibuat dengan teliti dan sebagus mungkin. Proses pembuatan mobil itu menghabiskan waktu enam bulan.

Muklas mengatakan, keunggulan mobil listrik “Ababil” tersebut adalah ramah lingkungan, berorientasi masa depan, desain chasis bodi juga dirancang seaerodinamis mungkin. “Kecepatan mobil listrik “Ababil” bisa sampai 40–60 km per jam. Ketahanan batrei bisa sampai 100 km,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, untuk mobil yang mereka buat ini hanya bisa digunakan untuk satu orang dan sebelum digunakan untuk balapan harus dicharge selama 2-3 jam. Rencana ke depan, mereka akan membuat mobil listrik tipe urban. Jadi, bisa ditumpangi lebih dari satu orang.

Intinya, ujar Muklas, dengan mobil buatan mereka diharapkan bisa terus berkembang. Selain itu, akan menjadi bukti untuk kebangkitan mobil listrik di Indonesia. “Harapannya, Indonesia bisa memprduksi mobil listrik sendiri. Tidak seperti selama ini yang hanya menjadi konsumen dari produk luar negeri,” ujarnya.

Tim yang terdiri dari beberapa mahasiswa tersebut juga berharap bisa memenangkan lomba di luar negeri tersebut. Sebagai perwakilan dari Indonesia, mereka akan memberikan hal yang sebaik-baiknya. Menurutnya, kelemahan mobil listrik ini yakni onderdil yang masih mahal dan batrei yang belum dimaksimalkan.

“Waktu ngecharge masih terlalu lama. Kdepan kami optimistis bisa mengembangkan teknologi mobil ini. Selain itu, kami yakin akan ada pergeseran tren mobil dari mobil biasa ke mobil listrik,” tambahnya. (erlano putra)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.