Meski Dikritik, Pemilu Serentak Dongkrak Partisipasi Pemilih

Proses penghitungan suara di TPS 3 Gayam, Sukoharjo dalam pemilu beberapa waktu lalu.

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Pemilu serentak tahun 2019 ini banyak mendapat kritikan karena ratusan KPPS meninggal dunia karena kelelahan. Disisi lain, pemilu serentak antara Pilpres dan Pileg justru mendongkrak partisipasi pemilih secara nasional. Tak terkecuali di Kabupaten Sukoharjo dimana partisipasi pemilih dalam pemilu 2019 mencapai 82,5%. Partisipasi pemilih tersebut melampaui target partisipasi pemilih secara nasional sebesar 77,5%.



“Partisipasi pemilih dalam pemilu 2019 tersebut tertinggi selama penyelenggaraan pemilu di Kabupaten Sukoharjo. Baik itu pemilihan kepala daerah (pilkada) bupati, pilkada gubernur, maupun pemilu nasional,” jelas Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda, Minggu (19/5).

Selama ini, ujar Nuril, tingkat partisipasi pemilih tidak pernah mencapai 80%. Sehingga pencapaian partisipasi pemilih di pemilu 2019 cukup membanggakan. Menurutnya, faktor yang menyebabkan naiknya partisipasi pemilu tidak hanya pemilu serentak saja. Tapi, banyak faktor lainnya seperti naiknya kesadaran masyarakat karena intensifnya sosialisasi yang dilakukan KPU sebelum berlangsungnya pemilu.

Nuril juga mengatakan, saat dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di tiga TPS juga tidak menurunkan tingkat partisipasi pemilih secara signifikan. Menurutnya, tingkat partisipasi pemilih selama PSU rata-rata tetap diangka 80% sehingga menunjukkan tingkat partisipasi pemilih masih tinggi. Dia juga mengatakan, KPU sudah menghitung persentase pemilih termasuk dari disabilitas. Namun, angka-angka tersebut belum dipublish.

“Kami menghitung sampai ke elemen-elemen lain seperti disabilitas. Nanti datanya segera kami rilis,” ujarnya. (erlano putra)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed