
Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Memasuki bulan Ramadhan ini, keberadaan pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) semakin meningkat di Sukoharjo. Kondisi tersebut membuat resah masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, Satpol PP pun mengintensifkan razia di sejumlah lokasi strategis.
“Kami intensif menggelar razia. Tidak hanya soal PGOT saja, tapi juga bentuk penyakit masyarakat lain seperti peredaran miras, judi, dan juga prostitusi,” ujar Plt Kepala Satpol PP Sukoharjo, Heru Indarjo, Minggu (2/4/2023).
Dikatakan Heru, operasi pekat dilaksanakan untuk menjaga Kamtibmas selama puasa Ramadhan. Hasil beberapa kali operasi pekat yang dilakukan Satpol PP Sukoharjo berhasil mengamankan sejumlah pelaku pelanggaran peredaran miras, PGOT dan beberapa orang pasangan tidak resmi yang kedapatan sedang dalam satu kamar.
Menurutnya, operasi pekat akan semakin digencarkan Satpol PP Sukoharjo mengingat jumlah pelanggaran selama ibadah puasa Ramadhan cukup banyak. Satpol PP Sukoharjo menyebar anggota menyisir wilayah. Selain itu ada juga tindakan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat.
“Operasi pekat kami gelar bersama instansi terkait. Sasaran salah satunya peredaran miras termasuk PGOT,” ujar Heru.
Hasil penindakan terhadap peredaran miras seperti ditemukan Satpol PP Sukoharjo di wilayah Kecamatan Mojolaban dan Kecamatan Polokarto. Dikedua kecamatan tersebut ditegaskan Heru Indarjo memang rutin jadi sasaran operasi mengingat sering ditemukan pelanggaran dimana banyak jual beli miras jenis ciu.
Pelaku pelanggaran peredaran miras ditindak sesuai aturan berlaku. Selain itu miras yang didapat dilakukan penyitaan sebagai barang bukti.
“Beberapa kamar kos atau tempat rawan digunakan prostitusi atau pasangan tidak resmi juga disasar Satpol PP Sukoharjo,” lanjutnya.
Soal PGOT, ujar Heru, keberadaannya sudah mulai muncul sejak awal Ramadhan. PGOT berkeliaran di jalan raya, pasar, parkiran pusat perbelanjaan, perumahan bahkan perkantoran. Petugas sudah melakukan penertiban dengan menangkap dan memberikan pembinaan pada para PGOT.
Satpol PP Sukoharjo juga sudah mengembalikan para PGOT ke daerah asal dan diminta tidak lagi berkeliaran di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Namun kenyataanya para PGOT tetap berkeliaran. Bahkan keberadaan mereka semakin banyak dengan mendatangi pusat keramaian.
“Kami menerima laporan keluhan masyarakat banyak PGOT berkeliaran. Satpol PP Sukoharjo sudah bergerak melakukan penertiban dan pembinaan,” tambah Heru. (nano)


Facebook Comments