
Sukoharjonews.com – Keychron telah memperkenalkan mouse baru bernama G6 HE UltraLight di Jepang. Mouse ini menggunakan bentuk simetris dan ergonomis serta berukuran 123,7 x 63 x 41 mm. Di dalamnya, mouse ini menggunakan kontroler Nordic nRF54LM20A yang dipasangkan dengan sensor optik PixArt PAW3955.
Dilansir dari Gizmochina, Kamis (30/7/2026), keunggulan mouse ini adalah memiliki sepasang saklar MagOptic pada tombol klik kiri dan kanan. Saklar ini memungkinkan Anda beralih antara mode optik dan magnetik. Saklar ini menggunakan penginderaan elektromagnetik, yang memungkinkan pengguna untuk menyempurnakan respons input, sambil tetap memberikan klik fisik yang tajam yang seringkali tidak dimiliki oleh saklar elektromagnetik biasa.
Keychron memberi peringkat daya tahan hingga 100 juta klik, menyamai daya tahan yang terlihat pada mouse kelas atas serupa seperti mouse nirkabel M7.
Yang bijaksana dari Keychron adalah mereka juga menawarkan dua pilihan baterai. Satu memiliki baterai tetap bawaan yang beratnya 42g. Versi kedua memiliki baterai yang dapat diganti dan beratnya 46g, dengan pemberat tambahan yang tersedia untuk meningkatkan total hingga 52g atau 62g bagi pengguna yang lebih menyukai bobot yang lebih berat. Keduanya menggunakan baterai 350mAh.
Keychron mengatakan mouse ini bertahan hingga 340 jam melalui Bluetooth, atau sekitar 35 jam pada 2.4GHz dengan kecepatan polling 8kHz, mirip dengan fleksibilitas konektivitas yang ditemukan pada mouse M2 4K merek tersebut.
Di bagian luar, cangkangnya terbuat dari plastik ABS dan PC dengan lapisan nano yang dirancang untuk menahan selip dan keausan. Pilihan warna untuk mouse G6 HE meliputi hitam, putih, atau lima lapisan matte semi-transparan. Namun, model dengan baterai tetap hanya tersedia dalam warna hitam.
Harga dan Ketersediaan
Keychron G6 HE mulai dari 11.968 yen atau Rp1,3 jutaan untuk versi baterai tetap selama kampanye crowdfunding-nya, sedangkan model baterai yang dapat diganti mulai dari 14.344 yen atau Rp1,5 jutaan.
Mouse ini bergabung dengan kelompok periferal efek Hall dan sakelar magnetik yang semakin berkembang dari Keychron, mengikuti perangkat seperti keyboard K2 HE, yang juga menggunakan penginderaan magnetik untuk kontrol input yang lebih presisi. (nano)














Facebook Comments