Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Pemkab Sukoharjo resmi memperpanjang Status Kejadian Luar Biasa (KLB) corona. Perpanjangan status KBL sudah kali kelima dilakukan dimana perpanjangan kelima tertuang dalam Keputusan Bupati Sukoharjo Nomor 440/640 Tahun 2020 tertanggal 27 Oktober 2020. KLB corona diperpanang hingga 30 November dengan pertimbangan angka kejadian kasus positif corona masih menunjukkan peningkatan yang cukup tinggi sehingga memerlukan upaya penanganan yang lebih optimal.
“Pertimbangannya karena kasus positif corona di Sukoharjo belum turun, bahkan terus naik hingga saat ini,” ujar Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Sukoharjo, Minggu (1/11/2020).
Seperti diketahui, awalnya KLB corona ditetapkan sejak 23 Maret lalu hingga 29 Mei. KLB kemudian diperpanjang dua bulan hingga akhir Juli lalu dan kembali diperpanjang hingga 31 Agustus ini. Namun, karena kasus positif corona masih terus naik, KLB kembali diperpanjang hingga 30 September. Perpanjangan kelima dilakukan lagi hingga 30 November 2020.
Dikatakan Wardoyo, masih tingginya angka kasus positif corona di Sukoharjo menandakan masih adanya penyebaran atau penularan virus corona di Sukoharjo. Berdasarkan update per 31 Oktober kemarin, ada kenaikan 22 kasus positif di Sukoharjo. Dengan tambahan 22 kasus baru, akumulasi kasus positif corona di Sukoharjo mencapai 1.074 kasus. Disisi lain, kasus positif sembuh juga naik 10 sehingga totalnya menjadi 842 kasus. Untuk positif meningga dunia juga naik satu menjadi 56 orang.
Selama KLB, kegiatan masyarakat sudah diatur melalui Peraturan Bupati dimana kegiatan sosial budaya dan lainnya diperbolehkan digelar dengan syarat dan ketentuan yang sudah diatur. “Kegiatan yang sifatnya pengumpulan massa baik sosial budaya dan lainnya, maksimal hanya dihadiri oleh 50 orang,” tegasnya.
Untuk itu Bupati mengingatkan masyarakat untuk disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Seperti jaga jarak, pakai masker, dan rajin cui tangan dengan sabun. (erlano putra)
Tinggalkan Komentar