Sukoharjonews.com – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar (SD) secara online resmi dimulai di Kabupaten Sukoharjo. Tahun ini merupakan kali pertama sistem online diberlakukan. Untuk memastikan SPMB online berjalan lancar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo melakukan inspeksi mendadak (sidak), Senin (4/5/2026).
Sidak dilaksanakan di di SDN Jetis 1 Sukoharjo dan SDN Juron 1 Nguter. Dari pantauan, secara umum hari pertama SPMB online jenjang SD berjalan lancar.
“Tahun ini SPMB jenjang SD diterapkan secara online dan merupakan kali pertama sehingga saya ingin memastikan berjalanlancar tanpa kendala,” ujar Kepala Disdikbud Sukoharjo Havid Danang PW.
Saat mendatangi SDN Jetis 1 Sukoharjo, Havid menyaksikan adanya antrean pendaftaran sangat banyak. Orang tua dan calon murid baru terlihat berjejer menunggu antrean proses pendaftaran.
“Di SDN Jetis 1 Sukoharjo ini di tengah kota. Disini jumlah penduduk khususnya anak usia sekolah masih banyak dan pihak sekolah tidak kesulitan mendapat murid baru. Kuota yang disediakan setiap tahun dipastikan terpenuhi disini,” ujarnya.
Disdikbud Sukoharjo saat sidak di SDN Jetis 1 Sukoharjo tidak menemukan kendala pelaksanaan SPMB online. Sistem berjalan sesuai dengan perencanaan dan orang tua calon murid baru dapat memantau proses pendaftaran secara online.
“Disemua sekolah sudah disediakan layar khusus bagi orang tua dan calon murid baru memantau pergerakan peringkat dalam proses pendaftaran. Ini bagian dari transparansi SPMB ke masyarakat,” lanjutnya.
Disisi lain, suasana berbeda terlihat di wilayah pinggiran, yakni SDN Juron 1 Nguter. Di sekolah tersebut, kondisi sekolah sepi terlihat sepi dari aktivitas SPMB. Bahkan, di ruang pendaftaran hanya terlihat dua orang tua calon murid baru sedang mendaftarkan anaknya.
“SDN Juron 1 Nguter ini sekolah di wilayah pinggiran dimana jumlah penduduk sedikit karena banyak warga merantau. Jadi setiap tahun ajaran baru kuota murid baru yang disediakan sulit terpenuhi,” ujarnya.
Havid menjelaskan, kondisi SDN Juron 1 Nguter juga terpengaruh kondisi letak sekolah yang jauh dari rumah warga. Pihak sekolah kemudian berinisiatif memberikan pelayanan kepada murid dengan memberikan fasilitas antar jemput.
“SDN Juron 1 Nguter memberikan pelayanan antar jemput sekolah kepada siswa yang rumahnya jauh. Disini tidak ada transportasi umum dan anak juga kesulitan akses kendaraan untuk berangkat dan pulang sekolah karena faktor ekonomi keluarga. Jadi fasilitas antar jemput yang disediakan sekolah sangat membantu,” lanjutnya.
Untuk SPMB online jenjang SD sendiri, masyarakat bisa mengaksesnya di https://spmb.sukoharjokab.go.id/sd/. Masyarakat bisa memantau pergerakan peringkat melalui website tersebut. (nano)
Tinggalkan Komentar