Sukoharjonews.com – Dalam rangkaian Dies Natalis ke-58 Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, FKIP menggelar Lomba Video Edukasi Tingkat Nasional 2026. Lomba ini dibagi dalam dua kategori, yakni siswa SMA/SMK sederajat dan kategori mahasiswa.
Saat pengumuman lomba yang digelar secara daring dengan live YouTube, Ketua Panitia Lomba, Isna Farahsanti, menyampaikan, selain rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-58 Univet Bantara Sukoharjo, lomba juga sekaligus agenda rutin tahunan FKIP Univet sebagai wadah kreativitas siswa SMA/SMK sederajat dan mahasiswa di seluruh Indonesia.
“Tahun ini lomba mengusung tema “Pendidikan Berdampak Dalam Transformasi Digital untuk Dunia Berkelanjutan. Tema ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk menghadirkan karya-karya inovatif, edukatif, yang tidak hanya kreatif tapi juga relevan dengan perkembangan teknologi serta berkontribusi terhadap berkelanjutan di masa depan,” terangnya.
Isna mengatakan, antusiasme peserta dalam lomba tahun ini sangat luar biasa. Hal itu terbukti lomba diikuti 171 kelompok. Terdiri atas 79 kelompok untuk kategori siswa SMA/SMK sederarat dan 92 kelompok kategori mahasiswa dimana pesertanya tersebar di seluruh Indonesia. Ada dari Pulau Sumatera, Jawa, Kalimatan, Sulawesi, Bali, hingga Papua.
“Seluruh karya dinilai secara objektif oleh dewan juri yang berkompeten di bidangnya berdasarkan aspek kualitas, kreativitas, dan kesesuaian tema, dan teknik penyajian. Hasil dari penjurian, pantiia telah menetapkan 6 pemenang untuk masing-masing kategori,” ujarnya.
Sedangkan Dekan FKIP Univet Bantara Sukoharjo, Dr Pranicha Yudha Rohsulina mengatakan, di era digital saat ini, kreativitas bukan lagi sekadar nilai tambah tetapi telah menjadi kebutuhan utama. Video kreatif bukan hanya media hiburan, tapi juga sarana edukasi, refleksi sosial, bahkan alat transformasi yang mampu menyampaikan gagasan secara kuat dan juga menyentuh.
“Melalui lomba ini, kita tidak hanya mencari siapa yang terbaik, tetapi juga merayakan proses-proses berpikir, berimajinasi, berkolaborasi, dan berani menyampaikan pesan kepada publik. Setiap karya yang dihasilkan adalah representasi dari semangat generasi muda Indonesia yang kritis, inovatif, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya,” ujarnya.
Ia melanjutkan, di balik setiap video ada ide yang diperjuangkan, waktu yang dikorbankan, dan keberanian untuk tampil. Oleh karena itu, ia memberikan apresiasi kepada seluruh peserta tanpa terkecuali.
“Bagi para pemenang, saya ucapkan selamat atas capaian yang luar biasa. Jadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus berkarya dan memberikan inspirasi bagi banyak orang. Dan bagi yang belum meraih kemenangan, jangan pernah berhenti berkarya,” pesannya.
Pranicha juga mengatakan jika kreativitas tidak diukur dari satu panggung saja. Setiap karya memiliki waktunya sendiri untuk bersinar. Kreativitas yang dilandasi nilai dan karakter akan menjadi kekuatan besar dan membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.
Berikut daftar lengkap pemenang lomba:
Kategori Siswa
– Juara 1: SMAN 1 Jatinom (Jejak yang Abadi)
– Juara 2: MAN 4 Kebumen (Bumi Tak Butuh Janji)
– Juara 3: UPT SMAN 1 Palopo (ECOSTEP PRESENT: Langkah Kecil Pelajar, Dampak Besar bagi Lingkungan)
– Harapan 1: SMK Muhammadiyah 4 Solo (Satu Lingkaran Seribu Cerita: Antara tangan yang membuang dan tangan yang memulai)
– Harapan 2: SMA Widyagama Malang (Start Today, Keep The Earth Clean With Small Action)
– Harapan 3: SMAN 1 Sukoharjo (Echo Chamber)
Kategori mahasiswa
– Juara 1: ISI Yogyakarta (Edukasi atau Sensasi)
– Juara 2: UNS Solo (Nilai)
– Juara 3: Jakarta Global University (Akses Tak Terbatas)
– Harapan 1: Primakara University (Evolusi Bangku Kuliah)
– Harapan 2: Universitas Negeri Surabaya (Belajar Cerdas di Era Digital)
– Harapan 3: Univet Bantara Sukoharjo (Creating Engaging Literacy With AI Technology). (nano)
Tinggalkan Komentar