Jangan Lewatkan, Film “The Sacred Riana 2: Bloody Mary” Mulai Tayang di Bioskop 28 Juli

“The Sacred Riana 2: Bloodt Marry”. (Foto: Tangkapan layar)

Sukoharjonews.com (Jakarta) – Sekuel film “The Sacred Riana 2: Bloody Mary” kembali hadir. Rencananya, film tersebut akan tayang di seluruh bioskop mulai 28 Juli 2022. Film tersebut mengambil lokasi syuting di Benteng Van Der Wijck Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.


Co Produser film “The Sacred Riana 2: Bloody Mary”, Ninin Musa menyampaikan bahwa ide original datang dari Billy tentang ceritanya si Bloody Mary. “Tapi, pada saat kita pilih kasih ide cerita ini, yang kita takutin adalah semuanya keserap sama Riana. Karena Riana sudah terlihat terlalu ikonik. Kita juga butuh pemain-pemain yang punya karakter kuat,” kata Ninin Musa, dikutip dari Antara, Jumat (22/7/2022).

“Alhamdulillah di “Sacred Riana 2″ ini pemain-pemainnya cukup menunjukkan kalau mereka bisa mengikuti karakter yang dibikin sama Billy. Di produksi ini juga mungkin film saya dan Billy yang terbanyak CGI-nya. Jadi prosesnya juga panjang,” sambung Ninin.

“The Sacred Riana 2: Bloody Mary” hampir secara keseluruhan dilakukan di lokasi syuting benteng Van Der Wijck, Jawa Tengah. Selain di sana, film ini juga digarap di daerah sekitar Kebumen.

Berbeda dari musim pertamanya, “The Sacred Riana 2: Bloody Mary” kini lebih menghadirkan banyak pemain. Selain Riana, ada pula Brooklyn Alif Rea, Elina Joerg, Sharon Sahertian, Shenina Cinnamon, Helena Kamga, Anindhita Asmarani, Aramando Jordy, Rowiena Umboh, Caroline Fattori, Aura Kasih, Prabu Revolusi, Citra Prima, Ciara Nadine Brosnan, Aisyah Aqilah, dan Jessiana Pariston.

Film ini mengisahkan tentang Riana yang mencoba beradaptasi dengan kehidupan barunya sejak berpisah dengan Riani. Riani adalah satu-satunya teman yang dia miliki dalam wujud boneka. Setelah berpisah di musim pertama, akhirnya mereka pun bertemu kembali.

Pertemuan itu bermula dari Riana yang melihat sebuah berita di TV. Berita tersebut pun menampilkan bahwa Riani berada di sekolah asrama perempuan bernama Elodia. Akhirnya Riana pun meminta kepada orang tuanya untuk pindah ke Elodia.

Namun di sana, Riana bertemu dengan sekelompok siswi perundung yang senang menakut-nakuti siswi lainnya. Permainan yang awalnya hanya sebagai cara menakut-nakuti itu, berubah menjadi sebuah petaka. Serangkaian kejadian pun meneror siswi di Elodia. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.