Hingga Agustus 2026, Jateng Catat 615 Kasus Kebakaran

banner 468x60
Ilustrasi. (Foto: Magnific)

Sukoharjonews.com (Semarang) – Hingga Agustus 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mencatat 615 kasus kebakaran di Jateng. Terdiriatas 282 kebakaran hutan dan lahan serta 333 kejadian kebakaran gedung dan pemukiman.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan menjelaskan, sebagai bentuk antisipasi dilakukan pelatihan terhadap relawan untuk meningkatkan kompetensi.

Pelatihan diikuti sekitar 150 peserta terpilih dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Materi pelatihan melibatkan instruktur dari Basarnas, dengan fokus utama pada peningkatan kapasitas pencarian dan pertolongan, seperti Urban Search and Rescue (Urban SAR).

Menanggapi pemetaan risiko kebakaran, Bergas menyebutkan, sebagian besar kejadian didominasi oleh kebakaran lahan pertanian atau perkebunan, yang dipicu kelalaian manusia (human error).

“BPBD tetap harus siap. Begitu terdeteksi titik panas (hotspot) yang berefek pada potensi kebakaran, kita langsung bergerak memadamkan bekerja sama dengan Damkar setempat,” ucap Bergas.

Berdasarkan data BPBD Jateng untuk periode 1 Januari- 30 Agustus 2026, terdapat 615 kejadian kebakaran di Jateng, terdiri dari 282 kejadian kebakaran hutan dan lahan, serta 333 kejadian kebakaran gedung dan pemukiman.

Sedangkan Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, peningkatan kompetensi relawan penting, agar mereka mampu mengambil langkah cepat dan tepat ketika terjadi bencana.

“Kami mengapresiasi dan sangat support kegiatan peningkatan kapasitas teman-teman relawan. Ini menjadi bagian tanggung jawab pemerintah daerah, agar kalau ada kebencanaan, penanganannya bisa lebih cepat,” ujar Sumarno.

Menurut Sumarno, kecepatan penanganan bencana memerlukan kompetensi yang teruji dari para relawan di lapangan. Kecepatan tindakan dinilai berbanding lurus, dengan meminimalkan dampak kerugian materiil maupun korban jiwa.

Menghadapi potensi bencana di musim kemarau saat ini, Pemprov Jateng menyoroti ancaman kebakaran lahan dan tempat pembuangan sampah. Sumarno mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan melakukan pembakaran di luar rumah. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *