Dikunyah atau ditelan: Mana Cara Terbaik Mengonsumsi Bawang Putih untuk Manfaat Maksimal?

banner 468x60
Ketahui cara terbaik untuk mengonsumsi bawang putih. (Foto: Adobe Stock)

Sukoharjonews.com – Bawang putih merupakan bagian dari beragam jenis masakan. Namun, jika berbicara soal mengonsumsinya dalam keadaan mentah—baik dengan cara dikunyah maupun ditelan—Anda mungkin bertanya-tanya mana cara terbaik untuk melakukannya.

Dilansir dari Healthshots, Senin (7/9/2026), bawang putih adalah bahan yang luar biasa baik untuk kuliner maupun pengobatan, serta dikenal karena potensi manfaat kesehatannya. Bawang putih kaya akan senyawa “allicin”, yang memberikan cita rasa unik dan aroma yang kuat. Bawang putih memiliki sifat antimikroba, antioksidan, dan anti-inflamasi, menjadikannya superfood bagi sistem kekebalan tubuh!

Bawang putih tidak hanya baik untuk kesehatan jantung, tetapi juga membantu mengelola kondisi kronis dan meningkatkan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Meskipun sering digunakan dalam masakan, mengonsumsi bawang putih saat perut kosong dapat memberikan manfaat luar biasa bagi tubuh. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya apakah sebaiknya bawang putih ditelan atau dikunyah untuk mendapatkan manfaat terbaiknya?

Manfaat kesehatan bawang putih
Mengonsumsi bawang putih memiliki sejumlah manfaat kesehatan! Anda bisa mengonsumsi bawang putih mentah saat perut kosong atau memasukkannya ke dalam pola makan Anda dengan berbagai cara!

1. Mencegah batuk atau pilek
Mengonsumsi bawang putih mentah dapat menangkal infeksi seperti batuk atau pilek. Anda dapat menjaga daya tahan tubuh tetap tinggi dengan mengonsumsi dua siung bawang putih yang telah dimemarkan saat perut kosong. Bahkan aroma bawang putih yang kuat berpotensi mencegah infeksi atau alergi pada anak-anak dan bayi. Bawang putih memperkuat sistem kekebalan tubuh, membantu mencegah penyakit umum seperti pilek dan flu, ujar ahli gizi Avni Kaul.

2. Mendukung kesehatan kardiovaskular
Bawang putih membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol, sehingga mengurangi risiko penyakit jantung, kata sang ahli. “Allicin”, senyawa yang terkandung dalam bawang putih, berperan penting dalam menghambat oksidasi LDL (kolesterol jahat). Hal ini menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan kesehatan jantung. Konsumsi bawang putih secara rutin dapat menghambat pembentukan gumpalan darah. Bawang putih juga menurunkan tekanan darah, menjadikannya superfood bagi penderita hipertensi.

3. Sifat anti-inflamasi
Komponen anti-inflamasi dalam bawang putih dapat membantu mengurangi peradangan dan mungkin bermanfaat bagi penderita kondisi seperti radang sendi (artritis), ujar sang ahli. Orang yang mengalami masalah pencernaan dapat merasakan kelegaan dengan memasukkan bawang putih mentah ke dalam pola makan mereka. Bawang putih meningkatkan fungsi usus dan meredakan peradangan. Mengonsumsi bawang putih mentah juga membantu membasmi cacing usus. Keunggulan utamanya adalah bawang putih meningkatkan produksi bakteri baik di usus sekaligus membasmi bakteri jahat.

4. Sifat antioksidan
Bawang putih mengandung antioksidan yang melindungi tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif, sehingga menurunkan risiko penyakit kronis. Bawang putih menghambat produksi radikal bebas dalam tubuh dan membantu mencegah kerusakan DNA. Kandungan seng (zinc) dalam bawang putih meningkatkan kekebalan tubuh, sementara vitamin C membantu menangkal infeksi. Selain itu, sifat antimikrobanya bermanfaat untuk mengatasi infeksi mata dan telinga.

5. Detoksifikasi
Bawang putih membantu mengeluarkan logam berat dari tubuh, terutama timbal, sehingga melindungi organ dari kerusakan. Bawang putih juga membantu membuang racun yang tidak diinginkan yang mungkin masuk ke tubuh tanpa kita sadari dalam kehidupan sehari-hari.

6. Penurunan berat badan
Bawang putih meningkatkan proses produksi panas tubuh, yang memicu pembakaran lemak lebih banyak serta menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat).

Apa cara terbaik mengonsumsi bawang putih: dikunyah atau ditelan?
Cara terbaik untuk mendapatkan manfaat kesehatan bawang putih adalah dengan mengonsumsinya dalam keadaan mentah—setelah dihancurkan atau dicincang dan didiamkan selama 10 menit. Proses ini mengaktifkan “allicin”, senyawa yang berperan penting dalam berbagai manfaat kesehatan bawang putih.

Memasak bawang putih dapat mengurangi kandungan senyawa bermanfaatnya, meskipun memasaknya secara ringan tetap memberikan sejumlah manfaat. Mengonsumsi bawang putih mentah memaksimalkan khasiatnya dalam meningkatkan kekebalan tubuh, meredakan peradangan, dan menjaga kesehatan jantung. Untuk mengurangi rasa tajamnya, Anda bisa mencampur bawang putih mentah dengan madu dan minyak zaitun, atau menambahkannya ke dalam salad dan saus salad (dressing). Menurut para ahli, metode ini memastikan Anda memperoleh manfaat kesehatan yang paling optimal dari bawang putih.

Sebaiknya bawang putih dikunyah atau ditelan? “Mengunyah bawang putih melepaskan senyawa bermanfaat seperti “allicin”, yang memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi. Mengunyah juga memperkuat rasa dan aroma bawang putih. Menelan siung bawang putih secara utuh tetap memberikan manfaat kesehatan, namun pelepasan senyawa aktifnya menjadi kurang efisien. Untuk manfaat kesehatan maksimal, mengunyah lebih disarankan, meskipun rasa dan aroma yang tajam mungkin kurang disukai sebagian orang. Sesuaikan cara konsumsi dengan preferensi dan toleransi pribadi Anda.”

Hal ini diperkuat oleh sebuah studi tahun 2005 yang diterbitkan dalam jurnal “Lipids in Health and Disease”. Studi tersebut meneliti pengaruh bawang putih terhadap profil lipid, peroksidasi lipid, dan kadar serum siklosporin dengan membandingkan efikasi antara cara menelan dan mengunyah. Hasil studi menunjukkan bahwa bawang putih yang ditelan tidak menurunkan kadar lipid serum, sedangkan bawang putih yang dihancurkan atau dikunyah terbukti menurunkan kadar kolesterol, trigliserida, dan tekanan darah.

Siapa yang sebaiknya menghindari konsumsi bawang putih?
Orang dengan kondisi kesehatan tertentu atau mereka yang sedang menjalani pengobatan khusus perlu menghindari konsumsi bawang putih. Individu yang memiliki masalah pencernaan, seperti “irritable bowel syndrome” (IBS) atau refluks asam lambung, mungkin mendapati bahwa bawang putih memperparah gejala mereka.

Tentu saja, mereka yang memiliki alergi terhadap bawang putih harus menghindarinya. Bawang putih juga dapat berinteraksi dengan obat pengencer darah dan meningkatkan risiko pendarahan; oleh karena itu, individu yang mengonsumsi obat-obatan tersebut sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi bawang putih. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *