Ragam  

Brigadir Edi Tri Warsono, Kalau Tidak Bertugas Jualan Kebab di Depan RSUD

Anggota Polres Sukoharjo Brigadir Edi Tri Warsono saat melayani pembeli outlet kebabnya di halaman Alfamart depan RSUD, Senin (24/6).

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Masyarakat mungkin sudah tahu dengan keberadaan outlet “Kebab Hanifah” di halaman Alfamart depan RSUD Ir Soekarno Sukoharjo. Tapi, mungkin belum banyak yang tahu jika penjualnya adalah seorang anggota polisi. Ya, dia adalah Brigadir Edi Tri Warsono yang saat ini bertugas di Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sukoharjo.



Setiap hari selepas tugas di SPKT Polres, Edi dibantu seorang karyawan dengan sigap melayani pembeli kebab di outletnya. Outlet kebab miliknya di depan RSUD tersebut selama ini memang cukup ramai pembeli. Usaha outlet kebab sendiri dia mulai sejak dua tahun lalu. Saat ini, dia sudah memiliki tiga outlet “Kebab Hanifah”. Outlet di depan RSUD tersebut merupakan outlet ketiga.

“Saya mulai merintis usaha ini sejak dua tahun lalu. Outlet pertama di Bekonang, kedua ada di kawasan Alun-Alun Sukoharjo, dan ketiga di depan RSUD Ir Soekarno ini,” ujar Edi, Senin (24/6).

Disinggung soal ide untuk merintis usaha tersebut, Edi mengaku bermula secara tidak sengaja saat bertugas di SPKT Polres Sukoharjo. Menurutnya, dua tahun lalu dirinya bertemu dengan salah satu warga yang merupakan pengusaha kebab. Pertemuannya di SPKT Polres karena warga tersebut melaporkan kasus penipuan. Dari pertemuan dan perkenalan dengan orang tersebut, komunikasi akhirnya terus terjalin karena dirinya tertarik dengan usaha tersebut.

Dari situlah akhirnya dia memutuskan untuk membuka outlet “Kebab Hanifah”. Pria kelahiran Sukoharjo 35 tahun lalu awalnya membuka outlet di Bekonang. Outlet pertama tersebut ternyata cukup sukses karena mendapat respon positif dari masyarakat. Hal itu membuat dirinya memberanikan diri membuka outlet kedua di di Alun-alun Satya Negara Sukoharjo hingga kemudoian meluncur outlet ketiga di halaman Alfamart depan RSUD Ir Soekarno Sukoharjo. Selain kebab, di ouletnya juga menjual burger, roti cane, hotdog, pizza, dan lainnya.

Hanya saja, ujar Edi, untuk outlet di alun-alun sering sepi pembeli sehingga untuk sementara ditutup terlebih dahulu. Karyawan yang menjada kemudian digeser ke outlet Bekonang yang cukup ramai. Edi mengaku memiliki satu karyawan di tiap outletnya. Terkait usahanya tersebut, Edi mengaku sudah dia serahkan pada karyawannya. Meski begitu, ketika ada waktu luang saat tidak bertugas atau libur, dirinya sering membantu melayani pembeli.

Harga “Kebab Hanifah” sendiri bervariasi tergantung jenisnya, ada yang Rp11 ribu, Rp12 ribu dan lainnya. Yang pasti, Edi mengaku ada hal yang membedakan dengan kebab lainnya. “Kalau tidak percaya, silahkan coba,” ujarnya berpromosi. (erlano putra)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *