Sukoharjonews.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sukoharjo kembali menyalurkan bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan tandon air di empat kecamatan. Bantuan disalurkan di di Kecamatan Tawangsari, Weru, Bulu, dan Kecamatan Nguter. Bantuan diberikan kepada 19 penerima baik perorangan maupun lembaga dengan total nilai bantuan Rp247,1 juta.
Bantuan sendiri secara simbolis diserahkan oleh Plt Bupati, Eko Sapto Purnomo. Rincian penerima bantuan masing-masing rehab RTLH empat penerima, korban kebakaran tiga penerima, dan bantuan tandon air untuk 12 penerima.
Khusus untuk bantuan tandon air sendiri diberikan kepada sekolah dan pemerintah desa dimana tandon air yang diberikan berkapasitas 5.000 liter senilai Rp10,4 juta. Untuk bantuan korban kebakaran sendiri nilai bantuan berkisar Rp10 juta hingga Rp20 juta. Sedangkan rehab RTLH mulai Rp17 juta hingga Rp20juta.
Plt Bupati, Eko Sapto Purnomo menyampaikan, bantuan bersumber dari Baznas dimana bantuan diberikan untuk korban kebakaran, rehab RTLH, dan bantuan tandon air. Bantuan diberikan untuk 19 penerima di empat kecamatan.
“Kami harap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat mewujudkan hunian yang sehat dan layak dan tandon air sendiri untuk pemenuhan kebutuhan air bersih,” ujarnya
“Terima kasih dan apresiasi kepada para muzaki yang telah menyalurkan sebagian rezekinya melalui Baznas,” sambungnya.
Eko Sapto menegaskan, pemerintah daerah akan terus berupaya menekan angka kemiskinan ekstrem di Sukoharjo, salah satunya melalui program rehab RTLH. Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Baznas dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), guna memperluas jangkauan bantuan.
“Targetnya tidak dibatasi setiap tahun. Semakin banyak semakin baik, karena kami ingin persoalan kemiskinan ekstrem di Sukoharjo segera terselesaikan. Tentunya ini tidak bisa dilakukan sendiri, perlu kolaborasi dengan Baznas dan CSR,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, menyampaikan bantuan yang disalurkan tersebut sudah melalui proses survei. Hal itu dilakukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. Terkait nilai bantuan yang diberikan pun tidak sama karena mengacu pada kondisi penerima saat dilakukan survei. (nano)
Tinggalkan Komentar