Sukoharjonews.com – Apakah Anda berencana memasak menggunakan minyak zaitun? Kenali berbagai jenis minyak zaitun yang bisa digunakan untuk memasak dan mana yang paling cocok untuk Anda sebelum mencobanya!
Dilansir dari Healthshots, Minggu (13/9/2026), memilih minyak goreng yang tepat sangat penting, baik untuk cita rasa maupun kesehatan. Minyak zaitun menjadi pilihan unggulan karena kandungan lemak tak jenuh tunggal yang menyehatkan jantung serta antioksidannya. Namun, minyak ini ideal digunakan untuk memasak dengan suhu rendah hingga sedang saja karena karakteristik rasa dan kandungan nutrisinya yang khas. Ada beberapa jenis minyak zaitun yang dapat digunakan untuk berbagai metode memasak. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui jenis yang tepat sebelum menggunakannya.
1. Extra-virgin olive oil
Minyak zaitun “extra-virgin” dianggap sebagai kualitas terbaik karena dihasilkan melalui proses pemerasan buah zaitun tanpa melibatkan bahan kimia apa pun. Minyak ini memiliki cita rasa yang kuat, tingkat keasaman rendah, dan warna hijau yang pekat. Minyak ini sangat cocok untuk sentuhan akhir pada hidangan matang atau sebagai saus siram pada salad berkat rasanya yang kuat dan aromanya yang menggugah selera. Minyak ini paling baik digunakan untuk metode memasak suhu rendah hingga sedang, seperti menumis atau menggoreng ringan, karena memiliki titik asap yang rendah.
2. Virgin olive oil
Mirip dengan jenis “extra-virgin”, minyak zaitun “virgin” juga diekstraksi tanpa bahan kimia, namun mungkin memiliki tingkat keasaman yang sedikit lebih tinggi. Karena profil rasanya lebih lembut dibandingkan jenis “extra-virgin”, minyak ini cocok untuk hidangan yang membutuhkan cita rasa minyak zaitun namun tidak terlalu mendominasi. Minyak zaitun “virgin” dapat digunakan untuk menumis sayuran dengan api sedang, memanggang kue, serta merendam bahan makanan.
3. Refined olive oil
Proses pemurnian (refining) pada minyak zaitun bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan mengurangi tingkat keasaman. Dibandingkan dengan jenis “extra-virgin” dan “virgin”, proses ini menghasilkan minyak dengan rasa yang lebih netral dan titik asap yang lebih tinggi. Minyak zaitun hasil pemurnian dapat digunakan untuk menggoreng dengan banyak minyak (deep-frying), menggoreng biasa, dan metode memasak suhu tinggi lainnya karena mampu bertahan pada suhu panas. Minyak ini merupakan alternatif yang sangat baik untuk resep yang tidak menginginkan dominasi rasa minyak zaitun, misalnya pada pembuatan kue atau roti tertentu.
4. Minyak zaitun murni (pure olive oil)
Minyak zaitun murni—yang sering disebut sebagai minyak zaitun “light” atau “classic”—merupakan campuran antara minyak zaitun hasil pemurnian dan sedikit minyak zaitun “extra-virgin” atau “virgin”. Campuran ini bertujuan menciptakan keseimbangan antara cita rasa yang lebih lembut dan titik asap yang lebih tinggi. Minyak ini merupakan pilihan serbaguna untuk kegiatan memasak sehari-hari, seperti memanggang dan menumis, karena cita rasa minyak zaitunnya tidak akan mendominasi rasa masakan. Namun, perlu diingat bahwa proses pemurnian yang digunakan untuk menghasilkan minyak ini berpotensi mempercepat penurunan kadar antioksidan dan kandungan bermanfaat lainnya dalam minyak zaitun. Oleh karena itu, minyak ini tidak se-sehat minyak zaitun “extra virgin”.
5. Minyak “olive pomace”
Minyak “olive pomace” adalah jenis minyak zaitun yang paling banyak melalui proses pengolahan; minyak ini dihasilkan dengan cara memeras buah zaitun lalu mengekstraknya menggunakan panas dan pelarut. Minyak ini cocok untuk memasak dan menggoreng dengan suhu tinggi karena memiliki titik asap yang lebih tinggi serta rasa yang cenderung netral. Namun, minyak ini tidak memiliki karakteristik khas seperti minyak zaitun “extra-virgin” atau “virgin”, sehingga penggunaannya mungkin terbatas pada hidangan yang tidak terlalu mengandalkan cita rasa khas minyak zaitun sebagai komponen utamanya.
Apakah menggunakan minyak zaitun itu bermanfaat?
Berkat kandungan antioksidan dan lemak tak jenuh tunggal yang menyehatkan jantung, memasak dengan minyak zaitun memiliki banyak keuntungan. Minyak zaitun “extra-virgin” sering dianggap sebagai pilihan terbaik untuk memasak. Minyak ini cocok untuk metode memasak dengan suhu rendah hingga sedang, seperti menumis dan menggoreng ringan, karena memiliki cita rasa yang kaya, tingkat keasaman rendah, dan kandungan nutrisi yang baik.
Akan tetapi, minyak zaitun yang telah dimurnikan atau “pure” mungkin lebih cocok untuk memasak dengan suhu tinggi karena memiliki titik asap yang lebih tinggi. Menggunakan minyak zaitun dalam masakan dapat meningkatkan cita rasa dan kandungan nutrisi hidangan Anda.
Tips menggunakan minyak zaitun
Memanfaatkan berbagai jenis minyak zaitun ini dalam masakan dapat sangat meningkatkan cita rasa dan kualitas hidangan Anda. Berikut adalah beberapa tips untuk memaksimalkan penggunaan setiap jenisnya:
– Untuk saus salad, saus cocolan, atau sebagai pelengkap yang dituang di atas hidangan yang sudah matang, pilihlah minyak zaitun “extra-virgin” yang memiliki cita rasa premium.
– Saat memanggang, menumis, atau membuat saus yang lembut, gunakan minyak zaitun “virgin” untuk memberikan sentuhan rasa zaitun yang halus.
– Gunakan selalu minyak zaitun yang telah dimurnikan ntuk menggoreng biasa, menggoreng dengan banyak minyak (deep-frying), dan memasak dengan suhu tinggi karena titik asapnya yang tinggi.
– Minyak zaitun jenis “pure” menawarkan keseimbangan antara rasa yang lembut dan titik asap yang lebih tinggi, sehingga serbaguna untuk berbagai metode memasak.
– Untuk makanan yang harus dimasak pada suhu tinggi, seperti yang memerlukan teknik “deep-frying” atau “searing” (memasak cepat dengan suhu sangat tinggi), minyak “olive pomace” adalah pilihan yang ideal.
Nah, sekarang Anda sudah tahu jenis minyak zaitun apa yang tepat untuk metode memasak tertentu. Cobalah sekarang! (nano)
Tinggalkan Komentar