Sukoharjonews.com – Teh hijau memiliki rasa agak pahit, namun baik untuk kesehatan Anda. Itulah sebabnya Anda sebaiknya mengonsumsi teh hijau. Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan dari teh hijau.
Dilansir dari Healthshots, Sabtu (12/9/2026), teh hijau menjadi pilihan utama bagi mereka yang sedang menjaga berat badan atau sekadar ingin menjalani gaya hidup sehat. Dikenal sebagai salah satu jenis teh yang paling minim proses pengolahan, teh ini berasal dari daun tanaman “Camellia sinensis” yang tidak difermentasi. Teh ini memiliki warna pucat dan rasa yang agak pahit. Kaya akan antioksidan, teh hijau dapat membantu mengurangi risiko penyakit kronis dan bermanfaat bagi kesehatan kulit. Simak terus untuk mengetahui manfaat kesehatan teh hijau beserta efek sampingnya.
Nilai gizi teh hijau
Menurut Departemen Pertanian AS (USDA), 100 gram teh hijau mengandung nutrisi berikut:
– Air: 99,9 g
– Energi: 1 kkal
– Energi: 4 kJ
– Protein: 0,22 g
– Tiamin: 0,007 mg
– Riboflavin: 0,058 mg
– Niasin: 0,03 mg
– Vitamin B-6: 0,005 mg
– Kafein: 12 mg
Apa saja manfaat kesehatan teh hijau?
Mengonsumsi teh hijau baik untuk kesehatan Anda karena alasan-alasan berikut:
1. Kaya akan antioksidan
Teh hijau mengandung polifenol seperti katekin, yang melawan kerusakan sel akibat radikal bebas, ujar ahli gizi klinis Shabana Parveen. Hal ini membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
2. Meningkatkan fungsi otak
Kandungan kafein dan asam amino L-theanine dalam teh hijau dapat meningkatkan fungsi otak, memperbaiki suasana hati, kewaspadaan, waktu reaksi, dan daya ingat. Teh hijau juga dapat mengurangi risiko demensia dan penyakit Alzheimer, menurut penelitian tahun 2019 yang diterbitkan dalam jurnal “Nutrients”.
3. Membantu penurunan berat badan
Teh hijau tidak mengandung karbohidrat atau gula yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Faktanya, teh ini dapat meningkatkan metabolisme dan membantu pembakaran lemak, menjadikannya pilihan tepat untuk pengelolaan berat badan, kata sang ahli.
4. Kesehatan jantung
Konsumsi teh hijau secara rutin dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Sebuah studi tahun 2008 yang diterbitkan dalam jurnal “Current Medicinal Chemistry” menemukan bahwa katekin mungkin merupakan komponen dalam teh hijau yang memberikan efek perlindungan bagi kesehatan kardiovaskular.
5. Risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah
Jenis teh ini dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2, ujar Parveen.
6. Kesehatan mulut
Katekin dalam teh hijau membantu menghambat pertumbuhan bakteri yang menjadi penyebab berbagai masalah gigi, seperti gigi berlubang. Mengonsumsi teh hijau dapat mengurangi risiko infeksi dan meningkatkan kesehatan gigi.
7. Pencegahan kanker
Sebuah penelitian tahun 2006 yang diterbitkan dalam jurnal “Carcinogenesis” menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi teh hijau dan penurunan risiko kanker payudara. Antioksidan dalam teh hijau dapat memberikan perlindungan terhadap berbagai jenis kanker dengan cara menghambat pertumbuhan sel kanker dan mengurangi penyebaran tumor.
8. Kesehatan kulit
Antioksidan dan sifat anti-inflamasi teh hijau dapat membantu
mewujudkan kulit yang lebih sehat. Zat-zat ini dapat mencegah penuaan kulit, jerawat, dan peradangan, menurut para ahli.
9. Peningkatan kesehatan pencernaan
Senyawa dalam teh hijau dapat membantu meredakan masalah pencernaan. Jadi, jika Anda mengalami masalah seperti perut kembung, sembelit, dan penyakit radang usus, cobalah minum teh hijau.
10. Pengurangan stres
Kombinasi L-theanine dan kafein dapat memberikan efek menenangkan. Hal ini dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan relaksasi, menurut para ahli. Jadi, minumlah teh hijau saat hidup terasa penuh tekanan!
Berapa banyak teh hijau yang sebaiknya dikonsumsi dalam sehari?
Jumlah ideal konsumsi teh hijau bervariasi tergantung pada faktor-faktor tertentu, seperti toleransi individu terhadap kafein, kesehatan secara keseluruhan, dan tujuan kesehatan spesifik. Biasanya, mengonsumsi 2 hingga 3 cangkir sehari memberikan dosis antioksidan dan senyawa bermanfaat lainnya yang cukup tanpa asupan kafein berlebihan, kata Parveen. Mengonsumsi lebih dari jumlah tersebut dapat menimbulkan efek samping seperti insomnia atau peningkatan detak jantung pada sebagian orang.
Waktu terbaik untuk minum teh hijau
Waktu terbaik untuk minum teh hijau bergantung pada preferensi pribadi dan tujuan kesehatan. Namun, banyak orang merasa bahwa mengonsumsi teh hijau di pagi hari atau sebelum makan memberikan manfaat optimal. Di pagi hari, teh hijau dapat membantu memacu metabolisme dan memberikan dorongan energi alami berkat kandungan kafeinnya yang moderat. Meminumnya sebelum makan dapat memperbaiki pencernaan dan membantu mengendalikan nafsu makan, sehingga mendukung pengelolaan berat badan. Anda juga bisa menikmati teh hijau di sore hari karena dapat memberikan efek menenangkan, mengurangi stres, dan meningkatkan fokus.
Apa saja efek samping teh hijau?
Teh hijau menawarkan berbagai manfaat kesehatan, namun konsumsi berlebihan atau sensitivitas terhadap kandungan di dalamnya dapat menyebabkan efek samping tertentu. Hal-hal tersebut meliputi –
– Masalah terkait kafein seperti insomnia, rasa gelisah, dan peningkatan detak jantung.
– Sebagian orang mungkin juga mengalami ketidaknyamanan perut, refluks asam, atau mual akibat kandungan tanin dan kafein dalam teh hijau.
– Teh hijau dapat mengganggu penyerapan zat besi, yang berpotensi berdampak pada penderita anemia defisiensi zat besi.
– Asupan kafein yang berlebihan dapat memicu sakit kepala pada orang yang sensitif.
– Teh hijau dapat menghambat penyerapan kalsium, sehingga memengaruhi kesehatan tulang.
– Ibu hamil perlu berhati-hati karena tingginya kadar kafein dalam teh hijau, yang dapat menimbulkan risiko selama kehamilan.
Mengonsumsi teh hijau dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan kulit, serta membantu menjaga berat badan. Namun, pastikan untuk mengonsumsinya dalam jumlah wajar, terutama karena kandungan kafeinnya yang dapat menimbulkan efek samping. (nano)
Tinggalkan Komentar