Begini Kronologi Penangkapan Pelaku Penganiayaan Guru Ngaji di Gonilan

Ilustrasi penganiayaan.

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Tidak membutuhkan waktu lama bagi Polres Sukoharjo untuk menbekuk pelaku penganiayaan guru ngaji di Desa Gonoilan, Kartasura. Begitu mendapat laporan, polisi langsung memburu pelaku, Yudi Setyo Nugroho (YSN), 30. Pasalnya, pelaku sempat kabur dari rumahnya setelah melakukan penganiayaan pada Rustasir dan dua temannya.



“Saat petugas mendatangi rumahnya, yang bersangkutan sudah tidak ada. Kami langsung melakukan penelusuran dan pengejaran,” ujar Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Nanung Nugroho, Jumat (14/8/2020).

Petugas mendapatkan informasi jika pelaku kabur ke Yogyakarta dan petugas pun mengejarnya dan pada Rabu (13/8/2020) malam pelaku berhasil ditangkap di Bantul, Yogyakarta. Diketahui pelaku kabur dengan menggunakan sepeda motornya. Pelaku kemudian dibawa ke Mapolres dan ditahan. Selaian menangkap pelaku, petugas juga menyita barang bukti satu sepeda motor matic Honda Beat Nopol AD 3962 ATB.

Selain itu, petugas juga mengamankan satu kunci sepeda motor yang digunakan untuk menganiaya korban, satu buah celana pendek warna biru dongker, serta satu buah kaos singlet warna biru. Pelaku sendiri dijerat pasal 351 KUH Pindana tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan.

Seperti diketahui, penganiayaan terjadi di Kampung Morodipan, Desa Gonilan, Kartasura, Rabu (12/8/2020) sore. Korbannya ada tiga orang dimana salah satunya merupakan guru ngaji. Pelaku penganiayaan adalah YSN yang membuat Rustasir babak belur dan masuk rumah sakit. Sedangkan dua lainnya ikut jadi korban setelah berusaha melerai.

Selain Rustasir, 41, yang merupakan guru ngaji, dua korban lainnya adalah Adi Iswanto, 36, dan Ahmad Nur Arifin, 34. Adi dan Ahmad diketahui menderita luka dibagian wajah terkena bogem mentah pelaku. (erlano putra)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *