Ragam  

Baru Saja Dideklarasikan, Petani Milenial Diberi Bantuan Alsintan

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mengecek alsintan untuk bantuan petani milenial.

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo baru saja mendeklarasikan Gerakan Membangun Petani Milenial (Gerbang Tami). Deklarasi Gerbang Tami sendiri dalam upaya Sukoharjo untuk meregenerasi usia petani yang saat ini didominasi oleh petani usia tua. Sebagai bentuk dukungan, petani milenial pun langsung diberi bantuan alat mesin pertanian (alsintan).


Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. Bantuan yang diberikan terdiri dari empat alsintan berupa “Combine Harvester” besar. Selain itu, juga diberi bantuan dua paket sarana prasarana budidaya cacing sutra.

“Saya harap bantuan ini dimanfaatkan semaksimal mungkin, dirawat dan dipelihara dengan baik agar tetap awet. Yang paling penting agar digunakan untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi,’ ujar Etik, Senin (23/5/2022).

Dikatakan Etik, keberadaan petani milenial sendiri sangat penting untuk meregenerasi usia petani karena saat ini usia petani didominasi petani berusia tua.

Etik berharap seluruh stakeholder terkait untuk berperan serta dan memberikan dukungan agar petani milenial di Sukoharjo semakin eksis dalam usaha budidaya dan pemasarannya sehingga menjadi contoh bagi kabupaten lainnya dalam Gerakan Membangun Petani Milenial.

Dari sisi permodalan, MoU dengan Bank Jateng digarapkan dapat memberikan pelayanan dan kemudahan dalam mengatasi permasalahan modal dan kredit bagi petani milenial. Etik juga mengharapkan ada sumbangan pemikiran dari akademisi yang dilibatkan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno, menambahkan jika potensi petani milenial di Sukoharjo sangat besar. Dinas akan memberikan pendampingan dan memfasilitasi apa yang dibutuhkan. Termasuk memfasilitasi permodalan bagi petani milenial.

“Kalau sudah punya modal berapapun bisa digunakan, namun jika membutuhkan modal, tentu kami akan memfasilitasi agar bisa mengakses perbankan,” ujarnya.

Namun, lanjut Bagas, petani milenial yang akan mengakses perbankan diharapkan sudah paham terkait dengan usaha pertanian yang hendak dijalankan. “Jangan sampai sudah difasilitasi ke permodalan tapi belum tahu apa yang hendak dilakukan, termasuk teknologinya,” ujarnya. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.