Assalam Siapkan 15 Teleskop untuk Amati Gerhana Bulan Total, Siapa Saja Boleh Ikut

PPM Assalam menggelar observasi gerhana bulan, Rabu (31/1). Acara ini dibuka untuk umum.

Sukoharjonews.com (Kartasura) – Pondok Pesantren Modern Islam (PPM) Assalam, Pabelan, Kartasura Sukoharjo mengajak masyarakat mengamati gerhana bulan total yang terjadi pada, Rabu (31/1). Observasi gerhana bulan total ini akan dimulai pukul 19.00–22.00 WIB.


Baca Juga: Detik-detik Mulainya Gerhana Bulan Total Besok Rabu 31 Januari 2018

Juga: Disdikbud Targetkan Seluruh SD Terapkan K13 Tahun Ini

Kepala Pusat Astronomi PPM Assalam, AR Sugeng Riyadi mengatakan, PPM Assalam akan menggelar pengamaatan bersama di Observatorium Assalaam. Observasi fenomena langit tersebut tersebut digelar bukan hanya untuk para santri setempat. “Observatorium dibuka untuk umum,” tutur AR Sugeng Riyadi, Senin (29/1).

Pria yang akrab disapa Pak AR itu menambahkan, dalam obeservasi ini PPM Assalam menyediakan 15 unit teleskop untuk meneropong proses terjadinya gerhana bulan total tersebut. “Kami akan sediakan sekitar 10 unit teleskop rakitan santri dan 5 teleskop buatan pabrik,” imbuhnya.

Selain menggelar pengamatan bersama, PPM Assalam juga akan menggelar Salat Gerhana di Masjid Assalam. Salat sunnah tersebut akan dilaksanakan pukul 20.00 WIB. Selain itu, juga akan digelar Alquran dan Sains dengan pemateri K.H Agus Purwanto, D.Sc Owner Tren Sains Grup sekaligus Dosen Fisika ITS dan penulis buku Ayat-ayat Semesta serta Kepala Pusat Astronomi PPM Assalam selaigus Ketua Umum Komunitas Astrofotografi Indonesia.

“Seminar di selenggarakan Rabu (31/1) pukul 08.00-12.00,”.

Seperti diketahui, gerhana bulan total serupa terakhir kali terjadi pada tahun 2000 silam. Sugeng Riyadi menjelaskan, gerhana bulan total pada 31 Januari nanti merupakan gerhana ke-49 dari rangkaian Saros Seri 124. “Terakhir gerhana seri ini terjadi pada tanggal 21 Januari 2000 yang lalu,” tuturnya.

Berdasarkan catatannya, pada dasarnya gerhana  bulan total bisa terjadi setiap tahun, namun hanya bisa dilihat di lokasi atau wilayah tertentu. Bahkan, tahun 2018 ini diperkirakan akan terjadi dua kali gerhana, yakin pada tanggal 31 Januari dan 28 Juli 2018 nanti.

“Oada 21 Januari 2019 nanti juga ada gerhana bulan total dan pada tahun 2020 hanya penumbral. Sedangkan gerhana bulan total lagi akan terjadi pada pada 26 Mei 2021,” pungkasnya. (sofarudin)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.