Anggota TNI Kodim Dilarang Berfoto Selfie, Ini Alasannya

Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa memberikan penjelasan pada wartawan terkait netralitas TNI selama Pilgub Jateng.

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Anggota TNI di jajaran Kodim 0726/Sukoharjo dilarang untuk berfoto selfie. Tentunya, kebijakan ini bukannya tanpa dasar. Terlebih lagi, yang dilarang dalam kategori foto selfie ini juga bukan foto selfie secara umum. Namun, khusus foto selfie bersama pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng.



“Tentunya, kebijakan anggota agar tidak berfoto selfie dengan pasangan calon tersebut untuk menjaga kenetralan anggota TNI dalam Pilgub Jateng ini,” ungkap Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Chandra Aryadi Prakosa, Sabtu (27/1).

Diungkapkan Dandim, selama ini masyarakat memiliki kecenderungan untuk mengunggah foto selfie ke media sosial (medsos). Nah, ketika foto selfie anggota TNI bersama calon diunggah ke medsos, tentunya masyarakat akan memiliki imej negatif dan menganggap anggota TNI tidak netral dalam Pilgub nanti. Dengan alasan itulah jajaran TNI Kodim 0276/Sukoharjo tidak diperbolehkan foto selfie bersama calon Pilgub, apalagi mengunggahnya di media sosial.

Terkait netralitas TNI, ditegaskan Dandim sudah sangat jelas aturanya dimana anggota TNI tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Terkait hal itu, dirinya sudah memberikan instruksi dengan tegas agar anggota bersikap netral dan tidak berpolitik. Menurutnya, TNI tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan partai, memfasilitasi parpol tertentu.

“Intinya, TNI harus ikut menegakkan demokrasi agar berjalan dengan baik. Ikut mengamankan dan mensukseskan Pilgub Jateng,” tandasnya.

Dandim juga mengatakan, jika ada anggota TNI yang kedapatan melakukan pelanggaran, tentunya akan diproses sesuai aturan yang ada. Sanksi yang diberikan juga disesuaikan dengan pelanggaran yang dilakukan. Apakah sekadar pelanggaran disiplin atau masuk pelanggaran pidana.

Dalam Pilgub ini, Dandim juga mengaku mewaspadai isu SARA sesuai instruksi dari pimpinan. ”Intinya kita siap back up dan siap mewujudkan kondusivitas daerah. Untuk meredam isu SARA, kita sudah melaksanakan koordinasi dengan FKUB untuk mendiskusikan msasalah isu SARA ini,” tambahnya. (erlano putra)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.