Alasan Mengapa Umat Islam Sebaiknya Tidak Memelihara Anjing

Alasan umat islam sebaiknya tidak memelihara anjing.(Foto: new york times)

Sukoharjonews.com – Anjing merupakan salah satu binatang yang disebut dalam Alquran. Dalam Islam, binatang satu ini identik dengan najis yang membuat seorang muslim harus bersuci dengan air dan tanah sebanyak 7 kali karenanya. Najis itu berasal dari air liur atau gigitan anjing. Air liur anjing tersebut merupakan najis besar atau biasa disebut mughaladhoh.

Adanya najis tersebut membuat seorang muslim perlu berhati-hati dalam berinteraksi dengan binatang, khususnya anjing. Sebab, di beberapa kalangan, binatang berbulu ini sering dijadikan peliharaan di dalam rumah. Dikutip dari Islampos, pada Selasa (29/4/2025) berikut alasan mengapa sebaiknya umat islam tidak memelihara anjing:

1. Najis Mughallazah (Najis Berat)
Air liur anjing tergolong najis mughallazah (najis berat). Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jika anjing menjilat bejana salah seorang di antara kalian, maka cucilah bejana itu sebanyak tujuh kali, salah satunya dengan tanah.” (HR. Muslim)

Membersihkan najis ini tidak semudah najis biasa, karena memerlukan proses khusus, dan ini bisa menyulitkan kehidupan sehari-hari di rumah.

2. Menghindari Malaikat Rahmat Tidak Masuk Rumah
Nabi ﷺ bersabda: “Malaikat tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya ada anjing atau gambar (makhluk bernyawa).” (HR. Bukhari & Muslim)

Kehadiran malaikat rahmat sangat penting, apalagi dalam rumah yang ingin diberkahi. Maka, menjaga rumah dari hal-hal yang menghalangi rahmat menjadi bagian dari adab Islami.

3. Islam Menjaga Kebersihan dan Kesehatan
Islam sangat peduli pada kebersihan. Memelihara anjing tanpa kebersihan yang terjaga bisa menjadi sumber penyakit, baik secara jasmani maupun rohani. Larangan ini adalah bentuk kasih sayang Allah agar kita hidup lebih bersih dan sehat.

4. Larangan Memelihara Tanpa Tujuan Syar’i
Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa memelihara anjing, kecuali anjing untuk menjaga ternak, berburu, atau menjaga tanaman, maka pahalanya akan berkurang setiap hari sebanyak satu qirath.” (HR. Bukhari & Muslim)

Artinya, memelihara anjing tanpa alasan syar’i bisa mengurangi pahala harian kita. Ini menunjukkan bahwa Islam tidak melarang mutlak, tapi membatasi agar tidak sembarangan.

Islam tidak pernah mengajarkan kebencian terhadap anjing. Bahkan, dalam hadits disebutkan bahwa ada wanita pelacur yang diampuni dosanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan (HR. Bukhari & Muslim). Ini menunjukkan bahwa belas kasih terhadap semua makhluk tetap utama.(cita septa)

Tinggalkan Komentar