Tak Berkategori  

Mengapa Bullying Bisa Terjadi? Inilah Penjelasan Lengkapnya

banner 468x60
Penyebab bullying. (Foto: pinterest)

Sukoharjonews.com – Siswa diintimidasi karena banyak alasan. Terkadang mereka ditindas karena mereka berbeda, atau karena mereka pintar atau populer. Hal ini dapat disebabkan oleh perbedaan ras, seksualitas, agama, kecacatan dan kemampuan, berat badan, tinggi badan atau apapun yang menimbulkan perbedaan antara anak yang satu dengan anak yang lain. Di lain waktu, mereka berada di tempat dan waktu yang salah.


Dikutip dari Bullyingfeenz, Sabtu (20/01/2024), siswa yang melakukan bullying terkadang mempunyai masalah dan tidak bahagia. Mereka mungkin mencoba untuk menutupi kurangnya perhatian, kekuasaan atau cinta dalam hidup mereka sendiri; dengan menindas, mereka mencoba mendapatkan hal ini dalam kehidupan mereka sendiri. Siswa-siswa ini perlu merasa kuat dan tampak senang menyakiti orang lain. Seringkali mereka tidak memahami perasaan orang yang di-bully.

Mereka yang terus-menerus melakukan intimidasi sering kali melakukannya untuk mendominasi orang lain dan meningkatkan status sosialnya. Penindasan sering kali muncul karena keyakinan bahwa tidak apa-apa jika bertindak seperti itu. Kadang-kadang mereka bahkan tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan adalah perilaku intimidasi, atau mereka tidak memahami seberapa besar rasa sakit hati dan kecemasan yang mereka timbulkan.


Beberapa alasan umum mengapa seseorang menindas orang lain:
a. Untuk mendapatkan rasa kekuatan di antara teman sekelas mereka.
b. Untuk mendapatkan perhatian atau menjadi populer.
c. Mereka takut, jadi mereka mencoba menakut-nakuti orang lain untuk menyembunyikan perasaan mereka.
d. Mereka tidak bahagia dan melampiaskannya pada orang lain.
e. Mereka sendiri sedang diintimidasi.
f. Untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan.
g. Untuk meniru seseorang yang mereka kagumi.
h. Untuk membuat diri mereka merasa lebih baik ketika mereka merasa buruk tentang diri mereka sendiri atau iri pada orang lain.
i. Karena mereka merasa ada orang lain yang menjadi lebih populer dibandingkan mereka dalam kelompoknya.
j. Mereka berharap dapat menggunakannya sebagai cara untuk menjadikan orang lain sebagai teman mereka.

Meskipun penindasan dapat terjadi pada siswa mana pun, diketahui bahwa beberapa siswa lebih mungkin mengalami penindasan dibandingkan siswa lainnya. Kelompok rentan mencakup siswa penyandang disabilitas atau berkebutuhan pendidikan khusus, siswa lesbian, gay, biseksual, transgender atau interseks (LGBTI) dan mereka yang dianggap LGBTI, dan siswa dari budaya, ras atau agama yang berbeda dari budaya, ras atau agama utama. di sekolah.


Prasangka
Penindasan terkadang melibatkan siswa yang mengomentari dan menilai atribut pribadi siswa lain dan perbedaannya. Komentar negatif ini dapat berhubungan dengan:

– penampilan dan berat
– kemampuan atau kecacatan
– gender, seks dan seksualitas
– budaya, ras dan agama
– status sosial-ekonomi.
Jenis penindasan ini terkait dengan prasangka yang dipelajari siswa dari kelompok keluarga dan komunitas sosial yang lebih luas tentang nilai keberagaman dalam masyarakat.


Cocok
Ada norma-norma sosial dalam kelompok siswa dan juga seluruh sekolah. Norma-norma sekolah dicontohkan oleh staf sekolah dan orang dewasa lainnya di masyarakat luas, termasuk orang tua.

Siswa yang ‘menonjol’ karena berbeda dari norma-norma dalam kelompok teman sebayanya kemungkinan besar akan ditindas. Siswa dapat menggunakan intimidasi sebagai cara untuk menegakkan norma-norma kelompok tentang bagaimana berpenampilan dan berperilaku.

Norma dan pandangan kelompok pelajar mengenai siswa mana yang memiliki status sosial ‘lebih tinggi’ berasal dari nilai-nilai masyarakat tentang kekuasaan dan status. Proses ini terjadi ketika anak-anak dan remaja menyerap dan meniru norma, nilai, dan prasangka yang ada di sekolah dan komunitas luas.(Fadila-Mg1/cita)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *