
Sukoharjonews.com – Red Magic memiliki reputasi yang kuat dalam menciptakan ponsel pintar yang memprioritaskan performa gaming di atas segalanya. Dengan peluncuran Red Magic 12 Pro+ baru-baru ini, perusahaan tersebut telah memperbarui jajaran produk unggulannya, hanya satu generasi setelah kehadiran Red Magic 11 Pro+ yang sudah sangat mumpuni.
Dilansir dari Gizmochina, Selasa (27/10/2026), kedua perangkat ini dirancang untuk menangani gim seluler yang berat, namun 12 Pro+ menghadirkan sejumlah peningkatan perangkat keras yang menyempurnakan pengalaman pengguna secara keseluruhan, tanpa mengubah formula dasar yang sudah ada.
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai perbandingan kedua ponsel gaming ini, serta apakah model terbaru tersebut sepadan dengan harganya yang lebih tinggi.
1. Performa
Perbedaan utama antara kedua perangkat ini terletak pada dapur pacunya. Red Magic 11 Pro+ ditenagai oleh chipset 3nm Snapdragon 8 Elite Gen 5—sebuah prosesor yang mampu menjalankan berbagai gim Android terkini dengan lancar dan mencatatkan skor sekitar 4,35 juta pada tolok ukur (benchmark) AnTuTu. Perangkat ini juga memperkenalkan emulator PC bawaan, sebuah fitur yang menetapkan standar baru bagi kemampuan perangkat seluler dalam menjalankan aplikasi.
Red Magic 12 Pro+ beralih menggunakan chipset 2nm Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, yang dipadukan dengan ko-prosesor baru, Red Core R5. Kombinasi ini meningkatkan skor AnTuTu hingga mencapai 5,67 juta. Dalam praktiknya, hal ini menghasilkan performa yang lebih stabil dan konsisten saat memainkan gim-gim yang kompleks.
Red Magic menyatakan bahwa 12 Pro+ mampu mempertahankan 60 FPS pada gim portingan PC seperti Tomb Raider 9, serta menjalankan *ray tracing* di seluruh adegan secara bersamaan dengan fitur “frame-generation”. Ini merupakan peningkatan daya pemrosesan yang nyata, meskipun pengguna 11 Pro+ kemungkinan besar belum merasakan kendala performa apa pun saat ini. 2.
Layar
Kedua ponsel ini mengusung layar OLED 1,5K berukuran 6,85 inci buatan BOE, yang dilengkapi dengan kamera di bawah layar sehingga tampilan layar tetap bersih tanpa takik (notch) maupun lubang kamera (hole-punch). Keduanya memiliki tingkat kecerahan puncak mencapai 2000 nit dan mendukung peredupan PWM frekuensi tinggi untuk mengurangi kelelahan mata.
Perubahan utama pada model 12 Pro+ terletak pada laju penyegaran (refresh rate) layar, yang meningkat dari 144Hz menjadi 185Hz secara native. Selain itu, bingkai layar (bezel) juga telah diperkecil hingga menjadi 0,96 mm.
Meskipun peningkatan ke 185Hz merupakan pencapaian teknis yang luar biasa, perbedaan visual antara 144Hz dan 185Hz pada layar ponsel mungkin tidak terlalu terasa bagi pengguna pada umumnya. Namun, bagi pemain kompetitif dalam gim yang mendukung—seperti CrossFire: Mobile—latensi input yang sedikit lebih rendah bisa menjadi keunggulan yang berarti.
3. Baterai, Pendinginan, dan Dimensi
Sistem pendingin selalu menjadi fokus utama bagi Red Magic. Model 11 Pro+ menggunakan sistem pendingin ganda (cair dan udara) dengan kipas berkecepatan 24.000 RPM. Pada model 12 Pro+, sistem ini disempurnakan dengan kipas berkecepatan 25.500 RPM serta pompa mikro kristal ganda (dual-crystal micro-pump) baru yang mampu menyirkulasikan cairan pendingin secara lebih efisien.
Mungkin pencapaian teknis yang paling mengesankan dari 12 Pro+ adalah dimensi fisiknya. Meski kapasitas baterainya ditingkatkan dari 7.500 mAh pada model 11 Pro+ menjadi 8.400 mAh yang sangat besar, Red Magic berhasil membuat ponsel baru ini justru sedikit lebih tipis dan lebih ringan.
Model 12 Pro+ memiliki ketebalan 8,55 mm dengan bobot 223 gram, dibandingkan dengan model 11 Pro+ yang memiliki ketebalan 8,9 mm dan bobot 230 gram. Kedua model ini mendukung standar pengisian daya cepat yang sama, yakni 120W melalui kabel dan 80W secara nirkabel.
4. Harga
Peningkatan yang dihadirkan pada Red Magic 12 Pro+ ini juga dibarengi dengan kenaikan harga. 12 Pro+ dibanderol mulai dari 6.999 yuan atau Rp18,9 jutaan untuk model dengan RAM 12GB dan penyimpanan 256GB, sementara 11 Pro+ diluncurkan dengan harga 5.699 yuan atau Rp15,4 jutaan untuk konfigurasi yang sama.
5. Perlukah Anda Melakukan Upgrade?
Jika saat ini Anda memiliki Red Magic 11 Pro+, beralih ke 12 Pro+ mungkin tidak diperlukan. 11 Pro+ tetap menjadi perangkat yang sangat mumpuni dengan daya tahan baterai yang awet dan performa yang masih sangat memadai. Namun, jika Anda sedang mencari ponsel khusus untuk bermain gim, 12 Pro+ menawarkan paket yang jauh lebih disempurnakan.
Kombinasi baterai yang lebih besar dalam bodi yang lebih tipis, ditambah dengan peningkatan efisiensi dari prosesor 2nm, menjadikannya perangkat yang sangat lengkap bagi para penggemar gim seluler. (nano)














Facebook Comments