
Sukoharjonews.com – Jangan tunggu sampai diabetes menyerang. Mulailah mengonsumsi makanan yang baik untuk mencegah diabetes, seperti “methi” atau kelabat mentah, mulai hari ini untuk mengurangi risikonya.
Dilansir dari Healthshots, Senin (26/10/2026), kelabat merupakan salah satu sayuran yang dikenal sebagai kelabat (fenugreek). Namun, tahukah Anda bahwa mengonsumsi kelabat mentah dapat membantu mengurangi risiko diabetes? Ya, itu benar!
Ada jutaan orang yang menderita diabetes tipe 2. Penyakit ini menuntut berbagai pembatasan, termasuk dalam hal pola makan. Jika Anda ingin menjaga kadar gula darah, Anda perlu mematuhi aturan tersebut. Oleh karena itu, lebih baik melakukan tindakan pencegahan sebelum penyakit ini menyerang tubuh Anda. Dalam hal ini, kelabat bisa menjadi sahabat Anda.
Meski demikian, bagi mereka yang memiliki kecenderungan genetik terhadap diabetes, risiko tetap ada, walaupun mengonsumsi kelabat dapat memberikan manfaat tertentu.
Bagaimana kelabat membantu mengendalikan gula darah?
Kandungan utama dalam kelabat yang membantu menjaga kadar gula darah meliputi komponen fitokimia dan nutrisi penting seperti trigonelin, yamogenin, kolin, kalsium, tembaga, kalium, mangan, zat besi, seng, dan magnesium.
“Kelabar mentah memiliki indeks glikemik yang rendah. Hal ini membantu menjaga kadar gula darah. Selain itu, kelabat juga rendah kalori,” ujar Dr. Aditi Sharma, ahli gizi di Columbia Asia Hospital, Ghaziabad. Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal AYU, darun kelabat dapat memperlambat proses pencernaan. Akibatnya, gula dilepaskan ke dalam tubuh secara perlahan, sehingga kadar gula darah Anda tetap terjaga dalam batas normal.
Peran serat
“Kelabat adalah sayuran berdaun hijau yang kaya akan serat. Serat dikenal dapat menurunkan kadar gula darah. Pada dasarnya, kelabat mentah bermanfaat bagi kesehatan pencernaan Anda. Jika kesehatan pencernaan terjaga, organ-organ tubuh lainnya pun akan berfungsi dengan baik, sehingga Anda tidak perlu khawatir,” ujar Dr. Sharma.
Obesitas merupakan salah satu penyebab diabetes. Dengan mengonsumsi jus kelabat secara rutin, Anda dapat terhindar dari penumpukan lemak berlebih sekaligus risiko diabetes. Studi dari jurnal AYU juga menunjukkan bahwa kelabat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.
“Anda bisa mengonsumsi jus kelabat, namun saya lebih menyarankan untuk menyantap sayuran ini secara utuh karena kandungan seratnya akan lebih tinggi. Anda bisa dengan mudah mengonsumsi 100 gram kelabat mentah secara rutin. Anda juga bisa mencampurnya dengan bahan lain seperti lentil atau wortel untuk hasil yang lebih optimal,” tambahnya.
Perlu diketahui bahwa kelabat segar biasanya hanya tersedia pada musim dingin. Namun, jangan khawatir; Anda bisa dengan mudah mendapatkan biji atau bubuk kelabat (fenugreek) di toko bahan makanan terdekat. Tahukah Anda? Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal “Recent Patents on Food, Nutrition & Agriculture” menunjukkan bahwa mengonsumsi 15 gram bubuk kelabat dalam makanan Anda dapat membantu menurunkan lonjakan kadar glukosa setelah makan.
Namun, selama sayuran berdaun ini tersedia teruslah mengonsumsinya. Anda bisa menemukan berbagai cara menarik untuk mengolah sayuran yang sebenarnya memiliki rasa pahit ini, karena di dalamnya terkandung semua nutrisi yang Anda dan keluarga butuhkan untuk mengatasi diabetes. (nano)














Facebook Comments