Quentin Tarantino akan Menerbitkan Novel ‘Cliff Booth’ Sebelum Film yang Dibintangi Brad Pitt dan David Fincher Tayang di Netflix

banner 468x60
Brad Pitt sebagai Cliff Booth (2019). (Foto: Variety)

Sukoharjonews.com – Quentin Tarantino sedang menulis versi novel dari kisah sempalan (spin-off) “Once Upon a Time in Hollywood” yang berjudul “Cliff Booth”. Novel ini akan diluncurkan akhir tahun ini, bertepatan dengan perilisan film mendatang yang dibintangi Brad Pitt—yang kembali memerankan karakter stuntman (pemeran pengganti) veteran yang pernah mengantarkannya meraih Oscar.

Dilansir dari Variety, Kamis (17/9/2026), buku karya Tarantino ini diberi judul “The Adventures of Cliff Booth”, sedikit berbeda dari judul film lanjutannya, “The Further Mis-Adventures of Cliff Booth”. David Fincher bertindak sebagai sutradara untuk film lanjutan yang akan tayang di Netflix tersebut. Tarantino, yang menulis naskah filmnya, sebelumnya juga telah menerbitkan novelisasi dari film layar lebar tahun 2019 karyanya, “Once Upon a Time in Hollywood”.

Novel terbaru Tarantino akan diterbitkan pada 8 Desember oleh HarperCollins. Jadwal ini ditetapkan setelah penayangan “The Further Mis-Adventures of Cliff Booth” di bioskop IMAX pada 25 November dan sebelum penayangan perdana film tersebut di Netflix pada 23 Desember.

Baik novel maupun film “Cliff Booth” berlatar waktu di Hollywood pada tahun 1977—delapan tahun setelah kisah aslinya. Dalam “Once Upon a Time in Hollywood”, Leonardo DiCaprio dan Pitt memerankan seorang aktor yang mulai menua dan “stunt double” setianya yang sedang berjuang menemukan tempat di dunia hiburan. Sebagai penghormatan terhadap masa keemasan Hollywood, “Once Upon a Time in Hollywood” berlatar akhir tahun 1960-an dengan latar belakang peristiwa pembunuhan oleh keluarga Manson, serta menampilkan Margot Robbie sebagai Sharon Tate, aktris yang sedang naik daun dan merupakan istri sutradara Roman Polanski.

Meskipun detail alur cerita untuk sekuel ini masih dirahasiakan, sinopsis singkat novelnya memberikan sedikit bocoran bahwa “era ‘Swinging Sixties’ sudah lama berlalu — namun Clifford Booth terus melangkah maju… Pahlawan perang, pemeran pengganti, bartender, operator proyektor bioskop… sembari sesekali menjalankan ‘tugas rahasia’ demi teman-temannya…”

Sony merilis “Once Upon a Time in Hollywood,” yang meraih kesuksesan besar baik secara kritis maupun komersial. Film tersebut meraup pendapatan lebih dari USD400 juta di box office global dengan anggaran produksi USD90 juta, serta mendapatkan 10 nominasi Oscar dan memenangkan dua di antaranya. Netflix kini memproduksi sekuelnya dengan anggaran produksi sebesar USD200 juta.

Tarantino memutuskan untuk tidak menyutradarai “Cliff Booth” karena ia telah lama menyatakan keinginannya untuk pensiun setelah membuat 10 film. Ia telah menyelesaikan sembilan film—termasuk “Pulp Fiction,” “Inglourious Basterds,” dan “Reservoir Dogs”—dan ia tidak ingin sebuah sekuel menjadi karya terakhirnya.

“Saya menyukai naskah ini, tetapi rasanya saya hanya mengulang langkah di jalan yang sudah pernah saya lalui,” ujar Tarantino tahun lalu dalam siniar “The Church of Tarantino.” “Hal itu membuat saya kurang bersemangat. Untuk film terakhir nanti, saya ingin berada dalam situasi di mana saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan. Saya ingin menjelajahi wilayah yang belum pernah saya jamah sebelumnya.” (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *