Berikut Ini Upaya Pemprov Jateng Mendorong Pengelolaan Minyak Jelantah

banner 468x60
Ilustrasi. (Foro: Shutterstock)

Sukoharjonews.com (Semarang) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus mendorong pengelolaan minyak jelantah sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi keluarga, sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Hal tersebut melalui “Gerakan Minyak Jelantah Jadi Rupiah” yang diinisiasi Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, limbah rumah tangga yang selama ini dipandang tidak bernilai, bisa diolah menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Penguatan program tersebut menjadi salah satu pembahasan Ketua TP PKK Jateng Nawal Arafah Yasin.

Nawal menjelaskan, “Gerakan Minyak Jelantah Jadi Rupiah” dijalankan melalui kolaborasi dengan PT BioSirkular Inovasi Indonesia dan PT Gapura Mas Lestari (GML). Dalam pelaksanaannya, kader PKK dan Posyandu di setiap desa/ kelurahan, menjadi koordinator pengumpulan minyak jelantah dari masyarakat.

Selanjutnya, minyak jelantah yang terkumpul dibawa ke tingkat kecamatan untuk dijemput operator, dilanjutkan dengan pencatatan digital hingga hasil penjualannya disalurkan ke rekening masing-masing pengelola.

Nawal mengungkapkan, setiap satu liter minyak jelantah dihargai Rp7.000. Dari jumlah tersebut, Rp5.000 menjadi hak masyarakat, sedangkan Rp2.000 digunakan untuk mendukung operasional kader PKK.

“Ini justru ternyata permintaan penyediaan ATM penukaran minyak jelantah sudah sangat banyak. Untuk PT GML nanti bulan September sudah mulai selesai produksi ya,” ucap istri Wagub Jateng.

Menurut Nawal, program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Bahkan, sejumlah daerah mulai mengembangkan inovasi, untuk memperluas manfaat pengelolaan minyak jelantah di masyarakat.

Salah satunya dilakukan TP PKK Kota Salatiga melalui program Sejuta Mijel (Sedekah Jelantah untuk Amal). Program itu melibatkan aparatur sipil negara (ASN) di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Salatiga dalam pengumpulan minyak jelantah yang selanjutnya dimanfaatkan untuk kegiatan sosial.

“Untuk Salatiga kami sangat mengapresiasi tadi Sejuta, insyaallah ini sudah siap. Tetapi saya ingin mengingatkan kembali, tantangannya ke depan itu bagaimana untuk terus menguatkan partisipasi masyarakat,” beber Nawal.

Menurutnya, semangat gotong royong dan swadaya masyarakat merupakan modal besar yang dimiliki Jawa Tengah, dan perlu terus dipertahankan dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Inilah menurut saya potensi dari Jawa Tengah, yang kemudian diuri-uri kembali. Apalagi di tengah-tengah kebijakan keterbatasan fiskal ke daerah, kita harus pintar-pintar bagaimana mengikutsertakan swadaya masyarakat,” ucap Nawal.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen berharap, pengelolaan minyak jelantah mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, persoalan sampah harus ditangani secara bersama-sama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan, baik bagi lingkungan maupun perekonomian keluarga.

“Ini juga bisa menggambarkan kepada masyarakat, bahwa penanganan sampah enggak ada ruginya. Paling tidak ini mengurangi beban kebutuhan rumah tangga, dan lingkungan juga menjadi sehat,” ungkap wagub. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *