
Sukoharjonews.com – Pada bulan Dzulhijjah, umat Islam diwajibkan untuk melaksanakan ibadah haji dan kurban. Selain itu, bulan ini juga termasuk dalam salah satu dari empat bulan haram dalam Islam, yaitu Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Oleh karena itu, terdapat beberapa larangan berbuat maksiat yang harus dihindari oleh umat Islam selama bulan Dzulhijjah
Dilansir dari laman Bincang Syariah, Minggu (14/6/2026), terdapat empat bulan yang sangat dimuliakan dan diagungkan dalam Islam, yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Semua amal ibadah yang kita lakukan pada bulan ini akan dilipatgandakan oleh Allah swt, sebagaimana juga dilipat gandakan semua perbuatan-perbuatan zalim pada bulan-bulan tersebut. Oleh karenanya, mari kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt, dengan cara tidak berbuat zalim, baik pada diri sendiri maupun kepada orang lain.
Berkaitan dengan bulan ini, Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an, yaitu:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلاَ تَظْلِمُواْ فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
Artinya, “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu,” (QS At-Taubah [9]: 36).
Mengutip pendapat Imam al-Baghawi dalam kitab Ma’alimut Tanzil fi Tafsiril Qur’an, juz 4, halaman 44 mengatakan bahwa bulan haram menjadi ladang untuk memanen pahala dari Allah swt yang sangat banyak. Tiba saatnya bagi kita semua untuk meraih pahala-pahala tersebut dengan cara memperbanyak amal ibadah. Sebab, semua amal ibadah yang kita lakukan pada bulan ini akan dibalas dengan pahala yang sangat banyak.
Begitu juga dengan perbuatan dzalim, saatnya kita semua meninggalkan semua perbuatan-perbuatan zalim yang biasa kita lakukan selama ini. Perbuatan yang tidak mencerminkan seorang muslim sudah saatnya untuk kita hindari.
Perbuatan maksiat dan kejelekan juga sudah saatnya kita jauhi, karena pada bulan Dzulhijjah dan semua bulan haram ini, semua perbuatan maksiat, perbuatan dzalim, dan perbuatan terlarang lainnya akan dilipatgandakan oleh Allah. Imam al-Baghawi mengatakan:
العَمَلُ الصَّالِحُ أَعْظَمُ أَجْرًا فِي الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ، وَالظُّلْمُ فِيْهِنَّ أَعْظَمُ مِنَ الظُّلْمِ فِيْمَا سِوَاهُنَّ
Artinya, “Amal saleh lebih agung (besar) pahalanya di dalam bulan-bulan haram. Sedangkan dzalim pada bulan tersebut (juga) lebih besar dari zalim di dalam bulan-bulan lainnya.”
Larangan maksiat pada dasarnya tidak pernah mendapatkan legalitas dalam ajaran Islam. Kita semua dilarang oleh Allah untuk berbuat zalim di bulan apa pun, hanya saja melakukan perbuatan maksiat dan perbuatan dzalim pada bulan Dzulhijjah dan bulan haram lainnya sangat besar dosanya, dan Allah sangat membenci orang-orang yang melakukan perbuatan tersebut. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ لا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
Artinya, “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim.” (QS Asy-Syura [42]: 40).
Selain tidak disukai oleh Allah, perbuatan zalim juga akan menjadi kegelapan kelak di hari kiamat. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw, yaitu:
اتَّقُوْا اللهَ، وَإِيَّاكُمْ وَالظُّلْمَ، فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya, “Bertakwalah kalian semua kepada Allah, dan takutlah kalian dari perbuatan dzalim, karena sesungguhnya kedzaliman itu akan menjadi kegelapan pada hari kiamat.” (HR Abdullah bin Umar)
Melihat dari penjelasan ayat dan hadist di atas, mari kita tinggalkan semua bentuk kemaksiatan, dan segala perbuatan dzalim, khususnya di bulan Dzulhijjah ini, kemudian meningkatkan lagi ibadah-ibadah kepada Allah ‘azza wa jalla, dengan mengerjakan semua kewajiban, meningkatkan ibadah sunnah, serta konsisten dalam melakukan kebajikan terhadap sesama.
Dengan meninggalkan kezaliman dan meningkatkan ketaatan, semoga semua ibadah yang kita lakukan bisa menjadi penyebab untuk meraih ridha-Nya, serta bisa menjadi hamba yang bertakwa kepada-Nya, memiliki keimanan yang kuat, serta keyakinan yang tidak goyah kepada-Nya.
Demikian perihal larangan berbuat maksiat di bulan Dzulhijjah. Semoga bisa membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua, dan digolongkan sebagai hamba yang istiqamah dalam menjalankan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya. Amin ya rabbal alamin. (nano)















Facebook Comments