
Sukoharjonews.com (Semarang) – Komitmen terus ditunjukkan Pemprov Jateng untuk memperluas akses pendidikan gratis. Tidak hanya bagi siswa kurang mampu, tetapi juga untuk pembinaan atlet muda berprestasi melalui SMA Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO).
Mengacu pada sport teaching system, atlet muda diasah bakat olahraganya, sekaligus memperoleh pendidikan formal secara terintegrasi.
Siswa SMANKO, Egi, mengaku merasakan manfaat sistem pembelajaran di sekolah tersebut. Atlet anggar itu dapat memaksimalkan waktu latihan, tanpa mengorbankan pendidikannya.
“Kalau dulu di sekolah umum, jadwal latihan mepet dengan jam sekolah. Tidak ada waktu untuk istirahat. Sekarang pulang sekolah jam 12.00, bisa istirahat, kemudian latihan lagi jam tiga sore (pukul 15.00),” ujarnya, dilansir dari laman Pemprov Jateng, Minggu (7/6/2026).
Berkat pembelajaran yang terintegrasi, Egi berhasil meraih prestasi pada ajang anggar tingkat nasional.
“Selama satu tahun terakhir, saya pernah juara satu nasional di Bandung untuk kelas open competition,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan atlet lompat tinggi asal Kabupaten Kendal, Jenika. Dia mengungkapkan, memperoleh banyak fasilitas dan dukungan untuk meningkatkan prestasinya.
“Di sini disediakan berbagai fasilitas gratis, mulai dari buku, sepatu, jaket, makan, hingga asrama. Tahun 2025 saya meraih juara tiga nomor estafet 4×400 meter,” ucapnya.
Kepala SMANKO Jateng, Sutardi menjelaskan, sekolah tersebut dikelola oleh dua perangkat daerah, yakni Dinas Pendidikan (Disdik) serta Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah. Untuk belajar mengajar, dilakukan oleh Dinas Pendidikan, sementara seleksi calon siswa ataupun atlet dilakukan berdasarkan bakat dan prestasi olahraga, melalui Balai Pembinaan dan Pelatihan Olahraga Pelajar (BPPOP).
Dia membeberkan, berdasarkan arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, kurikulum di SMANKO menerapkan pembelajaran adaptif sesuai Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025.
“Kami menggunakan sport teaching system. Pagi hari siswa berlatih, kemudian mengikuti pembelajaran mulai pukul 08.30 hingga 13.00. Setelah itu, pada pukul 15.00 sampai 19.00 mereka kembali menjalani latihan,” terang Sutardi.
Ditambahkan, pembiayaan sekolah bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Biaya Operasional Pendidikan (BOP) APBD Jawa Tengah, serta BOP afirmasi khusus untuk sekolah olahraga.
“Harapan saya, anak-anak dapat memaksimalkan potensi olahraga sekaligus mengembangkan karier akademiknya, sehingga keduanya berjalan seimbang,” harap Sutardi.
Adapun, untuk proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMANKO, sekaligus calon atlet 2026, kini tengah berlangsung. Selain syarat administrasi, adapula tes fisik, psikologi, hingga skrining fisioterapi. (nano)















Facebook Comments