Inilah Mengapa Ragi adalah Makanan Ajaib Terbaik untuk Penderita Diabetes

banner 468x60
Ragi adalah makanan yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. (Foto: Shutterstock)

Sukoharjonews.com – Jika Anda mengalami kekurangan nutrisi, ragi dapat membantu Anda mengatasinya dalam berbagai cara. Belum lagi, mengonsumsi ragi untuk penderita diabetes juga memiliki banyak manfaat.

Dilansir dari Healthshots, Senin )25/5/2026), rak-rak toko kesehatan memajang produk ragi saat ini. Biskuit ragi, roti ragi, sereal ragi, mie ragi, dan banyak lagi tersedia di mana-mana. Tahukah Anda mengapa? Karena bahkan merek-merek FMCG besar ini telah memahami manfaat ragi sepenuhnya.

Meskipun produk-produknya agak padat untuk dimakan, namun sangat sehat untuk semua orang
Ragi memiliki banyak nutrisi. Mengandung berbagai makronutrien dan mikronutrien serta lemak esensial, protein, vitamin, dan mineral.

Berikut nilai gizi ragi per 100 gram:
– Total Lemak 1,92 g
– Lemak Jenuh 0,7 g
– Lemak Tak Jenuh Ganda 2 g
– Lemak Tak Jenuh Tunggal 0,7 g
– Kolesterol 0 mg
– Natrium 5 mg
– Kalium 40 mg
– Karbohidrat 80 g
– Serat Pangan 11,18 g
– Gula 0,6 g
– Protein 7,16 g
– Folat 34 mcg

Karena kandungan kalium, folat, dan protein yang lebih tinggi, ragi adalah makanan yang sempurna bagi Anda yang ingin mengurangi lemak berlebih. Dan tahukah Anda bahwa ragi memiliki kolesterol NOL? Itu alasan lain untuk menambahkan pilihan sehat ini ke dalam diet Anda.

Ragi untuk penderita diabetes
Menurut Dr. Vaishali Sawant, asisten direktur medis, Vedicure healthcare and wellness, mineral dan vitamin dalam ragi dapat membantu mencegah diabetes. Magnesium yang terkandung dalam ragi diketahui secara bertahap meningkatkan sensitivitas insulin dan dengan demikian melawan resistensi insulin yang terlihat pada diabetes tipe 2.

Selain itu, ragi mengandung serat makanan yang baik yang membantu menjaga sistem pencernaan tetap sehat, dan ini membantu menjaga berat badan. Oleh karena itu, ragi mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. Serat juga membantu mengurangi pencernaan dan penyerapan karbohidrat.

Polifenol adalah mikronutrien yang ditemukan dalam ragi yang membantu mengontrol diabetes, karena kadar antioksidannya yang tinggi.

Ragi juga membantu mengontrol kadar gula darah
“Yang penting dengan ragi adalah Anda harus tahu bagaimana dan berapa banyak yang harus dikonsumsi untuk hasil yang lebih baik. Jadi, 10 hingga 20 gram ragi dapat dikonsumsi setiap hari atau selang sehari untuk mendapatkan manfaatnya. Jadi, Anda dapat merendam ragi selama 12 jam. Biarkan berkecambah dengan mengikatnya dalam kain tipis selama 2-3 hari. Keringkan biji yang sudah berkecambah dan buang akarnya. Biarkan kering, lalu sangrai, dan terakhir giling hingga menjadi bubuk halus. Ragi Anda siap dikonsumsi,” jelas Dr. Sawant.

Ragi memiliki banyak kegunaan; Anda dapat mengonsumsinya dengan berbagai cara, seperti ragi ladoo dan ragi malt.

Berikut cara cepat membuat ragi malt
Ambil panci, letakkan di atas api sedang, tambahkan satu cangkir air dan hampir tiga sendok makan bubuk ragi. Terus aduk campuran untuk menghindari gumpalan.

Anda perlu mengaduk campuran hingga menjadi pasta kental. Sekarang tambahkan garam batu (sesuai selera) atau gula merah (sesuai selera) sesuai keinginan Anda. Selanjutnya, tambahkan beberapa buah kering pilihan Anda dan sajikan dalam mangkuk, lalu nikmati semangkuk nutrisi Anda. Jika Anda menyukai sayuran, jangan ragu untuk menambahkan sayuran rebus favorit Anda ke dalam malt ragi ini agar lebih bergizi.

“Waktu terbaik untuk mengonsumsi ragi adalah di pagi hari. Ini adalah pilihan sarapan yang bergizi dan akan membantu Anda tetap berenergi sepanjang hari,” simpul Dr. Sawant. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *