Pemulihan Pascabencana Aceh, PLN Terus Pacu Pemulihan Listrik, Ratusan Desa Terisolir Jadi Prioritas

banner 468x60
Petugas PLN terus bergerak memulihkan jaringan distribusi listrik pascabencana banjir dan longsor di Desa Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah. (Foto: Dok. PLN)

Sukoharjonews.com (Aceh) – Pemulihan jaringan distribusi listrik di Provinsi Aceh setelah bencana menyebabkan kerusakan infrastruktur kelistrikan. Hingga kini, upaya perbaikan difokuskan pada 176 desa yang masih belum teraliri listrik dari total sekitar 6.500 desa di seluruh Aceh.

Tantangan utama yang dihadapi di lapangan adalah kondisi medan yang berat serta akses jalan terputus, sehingga menyulitkan mobilisasi personel dan material ke wilayah terdampak. Di tengah keterbatasan tersebut, PLN memastikan proses pemulihan tetap berjalan bertahap di desa-desa yang terisolasi.

Rinciannya meliputi 68 desa di Aceh Tengah, 40 desa di Gayo Lues, 38 desa di Bener Meriah, 20 desa di Aceh Timur, 6 desa di Aceh Tamiang, 2 desa di Bireuen, serta masing-masing 1 desa di Aceh Utara dan Aceh Barat.

Bupati Gayo Lues, Suhaidi, turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi petugas PLN yang tetap berjuang menjangkau wilayah terpencil dengan kondisi lapangan yang tidak mudah.

“Saya melihat bagaimana petugas PLN berjuang membawa material menembus lumpur untuk sampai ke Desa Uring Kecamatan Pining. Ini luar biasa.”

“Atas nama pemerintah daerah, kami sangat mengapresiasi kegigihan teman-teman PLN yang tidak menyerah dengan keadaan demi melistriki kembali desa-desa kami yang terisolir,” ujar Suhaidi, dikutip dari laman KabarBUMN, Minggu (4/1/2026).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan komitmen perusahaan untuk menuntaskan pemulihan kelistrikan di Aceh agar seluruh masyarakat kembali menikmati pasokan listrik yang andal.

“Kami memahami kondisi di lapangan sangat menantang, namun komitmen kami tetap sama.”

“Tidak ada warga yang tertinggal dalam gelap gulita. Petugas PLN siap menerjang akses sekecil apapun untuk melakukan percepatan perbaikan agar listrik kembali menyala dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal,” ujar Darmawan.

Ia menjelaskan langkah pemulihan tersebut dilakukan melalui sinergi lintas sektor dengan berbagai pihak. Koordinasi dijalankan bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat setempat untuk memastikan akses menuju lokasi terdampak dapat dilalui serta proses distribusi material berjalan lebih efektif.

“PLN berkomitmen menjalankan arahan pemerintah untuk memastikan pemulihan kelistrikan di Aceh berjalan optimal.”

“Seluruh tim kami bergerak dengan semangat kebersamaan, berkoordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat agar setiap tahapan pemulihan dapat dilakukan dengan aman dan tepat sasaran,” tutur Darmawan.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan titik-titik krusial yang menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan.

“Saat ini masih terdapat 176 desa yang belum menyala karena akses menuju lokasi masih terus diperbaiki. Namun, tim kami telah bersiaga di posko-posko terdekat dan siap melakukan percepatan perbaikan segera setelah kondisi memungkinkan,” jelas Eddi.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh tahapan pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan standar keselamatan kerja, baik bagi petugas maupun masyarakat sekitar.

“Seluruh tim bekerja dengan prinsip kehati-hatian, mengutamakan safety, namun tetap responsif dan terukur agar proses pemulihan dapat berjalan optimal,” tambah Eddi. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *