Penanganan Pascabencana Aceh, Interkoneksi Listrik Pulih, PLN Mulai Operasikan Kembali Pembangkit Usai Perbaikan Transmisi

banner 468x60
PLN memodifikasi alat berat atau crane menjadi tower darurat untuk mengganti salah satu tower yang terdampak bencana di jalur transmisi 150 kV Pangkalan Brandan – Langsa. (Foto: Dok. PLN)

Sukoharjonews.com (Aceh) – Pascabencana Aceh, PT PLN (Persero) menuntaskan pemulihan jaringan transmisi listrik 150 kilovolt (kV) Pangkalan Brandan–Langsa pada Rabu (17/12) pukul 13.30 WIB. Dengan selesainya perbaikan ini, sistem kelistrikan Aceh yang sebelumnya terisolasi kembali terhubung ke backbone sistem besar Sumatra.

Kondisi tersebut menandai dimulainya fase pengoperasian kembali pembangkit listrik untuk mempercepat pemulihan pasokan di Aceh.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa jalur transmisi Pangkalan Brandan–Langsa memiliki peran vital sebagai penyangga utama interkoneksi antara sistem kelistrikan Sumatra dan Aceh. Oleh karena itu, keberhasilan pemulihan jalur ini menjadi langkah strategis untuk mengembalikan keandalan listrik Aceh setelah terdampak bencana.

“Tersambungnya kembali transmisi Pangkalan Brandan–Langsa adalah titik penting dalam pemulihan kelistrikan Aceh. Jalur ini menjadi backbone interkoneksi Sumatra–Aceh, sehingga pemulihannya membuka jalan bagi tahapan lanjutan pemulihan sistem secara menyeluruh,” ujar Darmawan di Aceh Tamiang, dikutip dari laman KabarBUMN, Jumat (19/12/2025).

Upaya pemulihan interkoneksi dilakukan dengan membangun tower darurat di sejumlah titik transmisi yang terdampak banjir dan longsor. Langkah ini memungkinkan jalur Pangkalan Brandan–Langsa kembali beroperasi dengan aman dan sesuai standar keandalan sistem.

“Dalam prosesnya, pembangunan tower darurat ini dilakukan di tengah kondisi lapangan yang menantang, mulai dari akses lokasi yang terbatas, kontur medan yang labil pascabencana, hingga curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan genangan air dan lumpur yang ekstrem,” jelas Darmawan.

Ia menambahkan bahwa setelah jaringan transmisi kembali tersambung, PLN langsung memasuki tahap pengoperasian ulang pembangkit listrik, terutama PLTU Nagan Raya. Tahapan ini membuat sistem kelistrikan Aceh mulai pulih secara bertahap. Untuk mencapai kinerja optimal, dibutuhkan waktu sekitar 48 jam yang mencakup proses pemanasan unit, sinkronisasi dengan sistem, serta pengujian performa.

Seluruh tahapan tersebut menjadi syarat penting sebelum beban listrik ditingkatkan agar pasokan tetap stabil dan tidak menimbulkan gangguan lanjutan.

“Pemulihan kelistrikan harus dilakukan berurutan. Setelah interkoneksi aman, kami masuk ke pengoperasian pembangkit agar pasokan yang dihasilkan benar-benar optimal dan dapat menopang sistem secara andal,” tegasnya.

Setelah pembangkit beroperasi, pasokan listrik akan dialirkan secara bertahap ke jaringan distribusi. Penyaluran ini dilakukan melalui 20 unit gardu induk, 558 unit penyulang, serta 15.717 unit gardu distribusi yang melayani pelanggan di seluruh wilayah Aceh.

Untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar, lebih dari 1.600 personel PLN masih disiagakan di lapangan hingga pemulihan kelistrikan pascabencana di Aceh benar-benar tuntas. Darmawan juga menyampaikan bahwa ketangguhan masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana menjadi sumber motivasi bagi seluruh insan PLN yang bertugas.

“Kami belajar dari semangat dan perjuangan masyarakat Aceh yang tidak pernah padam untuk bangkit dari kondisi bencana ini. Maka tim PLN tidak pernah menyerah karena ini bukan hanya soal memulihkan pasokan listrik, namun ini adalah simbol api perjuangan rakyat Aceh,” ungkapnya.

Di sisi lain, Darmawan menjelaskan bahwa di beberapa wilayah Aceh masih terdapat genangan air dan lumpur sisa bencana. Kondisi tersebut membuat proses penormalan jaringan listrik harus dilakukan dengan sangat hati-hati demi menjaga keselamatan masyarakat.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf sekaligus meminta dukungan publik selama proses pemulihan berlangsung.

“Kami memahami betul ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat pascabencana. Atas kondisi ini, kami menyampaikan permohonan maaf. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat Aceh agar seluruh tahapan pemulihan kelistrikan dapat diselesaikan dengan aman dan cepat,” tambah Darmawan. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *