Penampakan Bendung Gerak Pamarayan Baru di Serang, Mampu Sediakan Air Irigasi 1.300 m³/detik

banner 468x60
Bendung Gerak Pamarayan Baru di Serang, Banten. (Foto: Dok PU)

Sukoharjonews.com (Serang) – Keberadaan Bendung Gerak Pamarayan Baru di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, memainkan peran penting dalam penyediaan air irigasi bagi sekitar 17.000 hektare sawah di Daerah Irigasi (D.I.) Ciujung. Infrastruktur ini juga berfungsi menahan debit puncak hingga 1.300 m³/detik untuk mengurangi risiko banjir, sekaligus menjadi sumber air baku bagi kebutuhan industri dan domestik.

Dengan sistem pintu gerak yang bisa dinaikkan dan diturunkan, bendung mampu mengatur distribusi air secara fleksibel sesuai kebutuhan. Pasokan air dari Bendungan Karian sebesar 19 m³/detik turut memperkuat layanan, dengan 2 m³/detik di antaranya dialokasikan untuk irigasi perpompaan dan pemeliharaan sungai.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) Dedi Yudha Lesmana menjelaskan infrastruktur bendung dalam kondisi andal, meski tengah dilakukan rehabilitasi di beberapa titik saluran. “Kegiatan perbaikan tidak mempengaruhi layanan,” ujar Dedi, dikutip dari laman Kementerian PU, Rabu (3/9/2025).

Sedangkan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti, selain meninjau Bendung Gerak Pamarayan Baru, Wamen PU juga mengunjungi Bendung Pamarayan Lama yang dibangun pada 1905 dan selesai pada 1925. Bendung bersejarah ini pernah dikunjungi Presiden pertama RI Ir. Soekarno dan kini menjadi cagar budaya nasional. Meski sudah tidak difungsikan sebagai bendung aktif, lokasinya ramai dikunjungi masyarakat, terutama di akhir pekan.

“Bendung Pamarayan Lama memiliki nilai sejarah tinggi sebagai warisan pembangunan irigasi sejak era kolonial, sehingga perlu dijaga kelestariannya. Struktur bending harus dipastikan aman agar tidak menimbulkan risiko bagi pengunjung. Renovasi bisa dilakukan dengan Upaya perkuatan, bukan menghancurkan bangunan asli,” tegas Wamen PU.

Wamen Diana menambahkan, koordinasi erat diperlukan antara BBWS Cidanau Ciujung Cidurian, Balai Pelestarian Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, serta Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Banten, agar pelestarian dan pemugaran dapat berjalan seimbang antara nilai sejarah dan aspek teknis.

Dengan dukungan sinergi pemerintah pusat, daerah, dan petani, diharapkan Bendung Gerak Pamarayan Baru dan Bendung Pamarayan Lama dapat terus memberi manfaat optimal—baik sebagai penopang produktivitas pertanian, pengendali banjir, maupun warisan infrastruktur nasional. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *