Yang Belum Tahu, Berikut Ini Penjelasan dari Pertanyaan Apakah Qadha Dulu Atau Shalat Wajib?

Ilustrasi shalat. (Foto: Dok Kemenag)

Sukoharjonews.com – Di antara yang ditanyakan masyarakat adalah ketika mempunyai qadhaan shalat, apakah qadha dulu atau shalat wajib dulu?

Dilansir dari Bincang Syariah, Rabu (17/6/2026), Islam mewajibkan setiap muslim yang telah baligh untuk melaksanakan sholat lima waktu dalam sehari semalam. Sholat ini harus dikerjakan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh syariat Islam. Melaksanakan sholat tepat waktu inilah yang disebut dengan sholat ada’.

Namun, terkadang seseorang mungkin melewatkan sholat wajib dari waktunya karena berbagai udzur, seperti lupa, kesibukan, ketiduran, atau kondisi tertentu lainnya. Dalam situasi ini, islam mewajibkan untuk mengganti sholat yang terlewatkan tersebut di luar waktunya. Sholat yang dikerjakan di luar waktunya inilah yang disebut dengan sholat qadha’.

Lantas bagaimana jika seseorang misalnya mempunyai tanggungan sholat dhuhur yang ditinggalkan, dan baru teringat ketika masuk waktu sholat ashar? Maka orang tersebut memiliki kewajiban untuk mengganti sholat qadha’ yang telah ditinggalkan (sholat dhuhur) dan kewajiban melaksanakan sholat ada’ yang waktunya telah berlangsung (sholat ashar). Sehingga muncul pertanyaan, sholat manakah yang didahulukan?

Pada dasarnya, wajib hukumnya untuk bersegera mengganti sholat yang ditinggalkan tanpa sebab udzur. Begitu pula sebaliknya, jika seseorang meninggalkan sholat sebab udzur yang bukan ceroboh seperti karena lupa, ketiduran yang tidak disengaja, dan sebagainya, maka sunnah hukumnya untuk segera mengganti.

Dengan begitu, apabila kita mempunyai dua tanggungan sholat qadha’ (satu sholat qadha’ sebab udzur dan satu sholat qadha’ tanpa sebab udzur), maka wajib hukumnya untuk mendahulukan mengganti sholat qadha’ yang tanpa sebab udzur dari sholat qadha’ yang dengan sebab udzur. Sebagaimana yang terdapat dalam Kitab Fathul Mu’in:

ويجب تقديم ما فات بغير عذر على ما فات بعذر وإن فقد الترتيب لأنه سنة والبدار واجب

Artinya: “wajib mendahulukan sholat yang ditinggalkan tanpa udzur atas sholat yang ditinggalkan dengan sebab udzur, meskipun menyebabkan kehilangan tartib, karena hukum tartib dalam sholat qadha’ hukumnya sunnah, sedangkan bersegera hukumnya wajib” (Zainudin Ahmad bin Abdul Aziz Al Malibari, Fathul Mu’in bi Syarhi Qurratil Ain, hal 37)

Namun, apabila seseorang mempunyai tanggungan sholat (qadha’) yang ditinggalkan sebab udzur, kemudian bertepatan dengan masuknya waktu sholat yang lainnya, maka dihukumi sunnah untuk mendahulukan sholat qadha’ tersebut sebelum melaksanakan sholat ada’.

Sebaliknya, jika tanggungan sholat tersebut merupakan sholat yang ditinggalkan tanpa udzur, maka hukumnya menjadi wajib untuk mendahulukan sholat qadha’ yang telah ditinggalkan. Hal ini apabila sholat ada’ atau sholat yang waktunya sedang berlangsung tersebut diyakini masih memiliki durasi yang lama.

Seperti contoh jika seseorang mempunyai tanggungan qadha’ sholat dhuhur karena ketiduran yang tidak disengaja (maka termasuk udzur syar’i), kemudian ketika ia bangun sudah masuk waktu sholat ashar, dan durasi berakhirnya waktu sholat ashar masih lama, maka seseorang tersebut disunnahkan untuk mendahulukan sholat qadha’ dhuhur yang ditinggalkannya sebelum melaksanakan sholat ada’ ashar. Sebagaimana keterangan dalam kitab Fathul Mu’in:

)وتقديمه على حاضرة لا يخاف فوتها( إن فات بعذر وإن خشي فوت جماعتها على المعتمد.

Artinya: “(Disunnahkan untuk mendahulukan sholat qadha’ atas sholat fardhu yang sedang berlangsung yang tidak ditakutkan habis waktunya) meskipun orang tersebut takut kehilangan sholat berjama’ah dari sholat fardhu yang sedang berlangsung menurut pendapat Mu’tamad” (Zainudin Ahmad bin Abdul Aziz Al Malibari, Fathul Mu’in bi Syarhi Qurratil Ain, hal 37)

Namun jika meninggalkan sholat tersebut tanpa adanya sebab udzur, maka hukumnya menjadi wajib untuk mendahulukan qadha’ dari sholat fardhu yang sedang berlangsung. Sebagaimana yang terdapat dalam lafadz setelahnya (Zainudin Ahmad bin Abdul Aziz Al Malibari, Fathul Mu’in bi Syarhi Qurratil Ain, hal 37).

Sedangkan apabila durasi waktu sholat ada’ tersebut sedikit, sehingga waktunya diyakini akan segera berakhir, maka wajib untuk mendahulukan sholat ada’ dari sholat qadha’. Sebagaimana menurut suatu pendapat yang terdapat dalam keterangan kitab Ianah Ath Thalibin:

والحاصل: إذا علم لو قدم الفائتة يخرج بعض الحاضرة عن الوقت لزمه تقديم الحاضرة عند ابن حجر، لحرمة إخراج بعضها عن الوقت

Artinya: “Kesimpulannya: Jika dia mengetahui bahwa ketika dia mendahulukan sholat qadha’, mengakibatkan sebagian sholat fardhu yang sedang berlangsung akan terlewatkan dari waktunya, maka menurut Imam Ibn Hajar, dia wajib mendahulukan sholat fardhu tersebut karena terlarangnya mengeluarkan sebagian sholat dari waktunya.” (Abu Bakar Utsman bin Muhammad Syatho Al Dimyathi, Ianah Ath-Thalibin, jilid 1, hal 32)

Demikian penjelasan apakah qodho dulu atau shalat wajib? Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bisshowab. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar