Sukoharjonewscom – Dalam artikel ini akan menjelaskan tentang 3 dosa yang menyebabkan mati su’ul Khatimah. Seperti diketahui, su’ul khatimah adalah kematian dalam keadaan buruk, yaitu berpaling dari Allah SWT, meninggal saat bermaksiat, atau murtad.
Dilansir dari Bincang Syariah, Sabtu (23/5/2026), Imam Al-Ghazali dalam karyanya Sulwatul Arifin Juz, 1, halaman 164 menjelaskan, bahwa setan akan mendatangi orang yang sedang mengalami sakaratul maut. Setan membawa secangkir air yang bening dan bersih, kemudian di gerak-gerakkan di hadapan orang yang sedang sakaratul maut.
Kemudian setan berkata, “Katakanlah bahwa Rasulullah adalah orang yang berbohong”. Terkadang orang yang sedang sakaratul maut tidak sabar karena dalam keadaan kehausan, sehingga ia tergoda oleh bujuk rayu setan. Apabila orang yang sedang sakaratul maut tergoda untuk meminum air yang dibawa oleh setan, maka ia akan mati dalam keadaan su’ul Khatimah atau mati dalam keadaan tidak membawa iman.
Selanjutnya Imam Al-Ghazali mengisahkan tentang Syekh Abul Qasim Al-Hakim disaat beliau ditanya oleh seseorang terkait dosa yang menyebabkan mati dalam keadaan su’ul khatimah. Adapun kutipannya sebagai berikut:
وسئل أبو القاسم الحكيم : هل من ذنب ينزع الإيمان من العبد؟ قال : نعم، ثلاثة من الذنوب تنزع الإيمان من العبد، أولها : أن لا يشكر الله تعالى على ما ألزم به من الإيمان الثاني : أن لا يخاف فوت الإيمان عنه، والثالث : أن يظلم على أهل الإسلام
Artinya: Syekh Abul Qasim Al-Hakim ditanya, apakah ada dosa yang dapat mengakibatkan tercabutnya iman dari seorang hamba? Beliau menjawab: Iya. Ada tiga dosa yang mengakibatkan iman tercabut dari seorang hamba; yang pertama adalah dia tidak bersyukur atas nikmat tetapnya iman pada dirinya, kedua dia tidak takut imannya hilang dari dirinya, ketiga dia berbuat zalim kepada kaum Muslimin.
Ungkapan Syekh Abul Qasim Al-Hakim di atas memberi peringatan kepada kita agar kita selalu menjaga keimanan kita. Karena Iman terkadang dicabut oleh Allah disebabkan oleh dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Adapun rinciannya dari ungkapan tersebut sebagai berikut:
Pertama, tidak bersyukur atas nikmat tetapnya iman. Allah telah menganugerahkan nikmat yang paling agung, yaitu, nikmat Islam dan Iman. Oleh sebab itu, kita wajib bersyukur dan memelihara jangan sampai Iman kita lepas karena godaan setan atau karena hal yang lainnya.
Kedua, tidak takut imannya hilang atau dicabut. Kita harus mempunyai rasa takut Iman kita lepas atau di cabut oleh Allah SWT. Kita harus memohon kepada Allah untuk mendapatkan kematian dalam keadaan baik dan beriman. Bagi seorang Muslim, memohon kematian yang baik atau husnul khotimah merupakan hal yang sangat dianjurkan. Apalagi, kematian merupakan momen yang tidak bisa dihindari oleh setiap makhluk karena bisa terjadi kapan saja sesuai kehendak Allah.
Ketiga, berbuat zalim kepada sesama Muslim. Kita jangan sampai menzalimi sesama Muslim, orang yang gemar menyakiti atau menzalimi sesama Muslim, akan berdampak buruk di akhir hayatnya dengan diadzab atau disiksa oleh Allah dengan dicabut imannya. Wallahu a’lam bissawab. (nano)
Tinggalkan Komentar