Sukoharjonews.com – Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar prosesi Wisuda Pascasarjana ke-27, Sarjana ke-57, dan Diploma ke-10, Kamis (7/5/2026) di Auditorium Kampus Univet. Wisuda ini diikuti oleh 430 wisudawan dimana 105 diantaranya meraih predikat cumlaude, dan 13 wisudawan predikat terbaik.
Acara wisuda tersebut juga dihadiri Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno yang juga tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Teknik Univet Bantara Sukoharjo.
Dalam laporannya, Wakil Rektor I Univet Bantara, Dr. Ir. Sri Hartati, M.P. menyampaikan jumlah wisudawan kali ini mencapai 430 orang dengan rata-rata IPK 3,48, terdiri dari lulusan program Pascasarjana, Sarjana, dan Diploma III.
“Dari total 430 wisudawan tahun ini, 105 mahasiswa berhasil meraih predikat cumlaude,” terangnya.
Untuk peraih IPK kumulatif tertinggi Pascasarjana diraih oleh Miftahul Himmatinur dengan IPK 3,8. Untuk wisudawan peraih IPK kumulatif tertinggi Sarjana diraih oleh Amanda Estiana dari Prodi Peternakan dengan IPK 3,97, dan jenjang D3 diraih oleh Remy Cahyani dari Prodi Rekam Medis dan Iinformasoi Kesehatan, dengan IPK 3,59.
Sementara itu, Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum berharap gelar yang telah diraih dengan penuh perjuangan dapat membawa berkah dan menjadi awal bagi kesuksesan di masa depan.
“Kita semua ikut bangga dan ikut berbahagia. Lebih dari itu, atas nama Universitas, kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh keluarga kepada Univet Bantara,” ujar Prof Farida.
Ia melanjutkan, Univet Bantara terus berbenah untuk bisa menjadi perguruan tinggi dengan akreditasi unggul. Untuk itu, ia mengajak semua civitas akademika untuk menata ulang dan mengupayakan agar mutu perguruan tinggi sesuai dengan harapan dan regulasi yang terbaru. Harapannya, perguruan tinggi bisa menghasilkan lulusan yang siap berkiprah di kancah internasional.
“Univet siap mengupayakan untuk mampu memenuhi tuntutan regulasi tersebut dengan sebaik-baiknya. Untuk itu saya berharap kepada seluruh civitas akademika untuk secepatnya berbenah dan mempersiapkan diri dengan komitmen dalam mendukung capaian mutu sesuai standar yang ditetapkan,” ujarnya.
Prof Farida juga menyampaikan, setelah menjadi sarjana tugasnya bukan saja mencari pekerjaan tetapi menjadi pemecah masalah, menyelesaikan masalah cerdas secara teknis tetapi juga peka terhadap persoalan nyata masyarakat. Ilmu akan memberikan manfaat bagi lingkungan, bagi kemanusiaan dan bagi masa depan.
“Di era global yang penuh disrupsi ini perubahan adalah sebuah keniscayaan, maka inovasi akan terus terjadi karena itu jangan takut pada perubahan tetapi jadilah diri Anda itu bagian dari perubahan itu sendiri dengan selalu berpikir kritis, bekerja kolaboratif dan mengembangkan inovasi,” pesannya.
Sedangkan Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Perguruan (YPPP) Veteran Sukoharjo, Drs. Sadewo Suharto, MM memberikan apresiasi kepada pendidik Univet Bantara yang telah berkomitmen dalam melayani mhasiswa sehingga bisa berhasil dengan baik.
“Keberhasilan ini hendaknya disyukuri karena semua itu tidak lepas dari doa dan usaha orang tua dan keluarga. Jangan terlena dengan hasil ini karena masih harus berjuang untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
“Persaingan semakin berat dan sulit, namun bisa dihadapi dengan tekad dan semangat yang kuat untuk terus maju,” tambahnya.
Sadewo juga berpesan kepada Univet terus maju dan berkembang sehingga mampu menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dan dapat diterima di dunia kerja. (nano)
Tinggalkan Komentar