Sukoharjonews.com – Kebijakan “work from home” bagi sebagian ASN di lingkungan Pemkab Sukoharjo berdampak positif dari sisi penghematan. Pasalnya, setiap bulan sedikitnya menghemat Rp53 juta dari listrik dan BBM.
“Penghematan rata-rata sekitar Rp53 juta setiap bulan selama kebijakan tersebut diterapkan,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo, Abdul Haris Widodo, Jumat (18/9/2026).
Menurut Haris, penghematan tersebut berasal dari sejumlah komponen belanja operasional pemerintah daerah.
“Jadi salah satu yang kita laporkan yakni penghematan anggaran dimulai dari listrik, kemudian BBM, air, telepon. Itu kita laporkan, rata-rata satu bulan itu hemat sekitar Rp53 juta, sekitar itu,” ujar Haris.
Ia melanjutkan, pelaksanaan WFH tidak hanya diterapkan begitu saja, tetapi juga dievaluasi secara berkala. Setiap bulan Pemkab Sukoharjo diminta menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan WFH sekaligus hasil efisiensi yang diperoleh kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
“Untuk WFH tetap tiap bulan kami diminta untuk membuat laporan pelaksanaan WFH, termasuk hasil efisiensinya sejauh mana. Ini tiap bulan kami laporan ke KemenPAN,” ujarnya.
Abdul Haris mengatakan, hingga saat ini kebijakan tersebut masih berjalan karena belum ada surat dari pemerintah pusat yang memerintahkan penghentian WFH.
Bahkan, laporan mengenai pelaksanaan kebijakan tersebut masih diminta oleh pemerintah pusat melalui kementerian terkait.
“Ini tetap jalan karena memang belum ada surat dari pusat untuk dihentikan. Bahkan laporan-laporan terkait pelaksanaan itu masih diminta juga dari Kemendagri,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kebijakan efisiensi tersebut tetap diupayakan tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat. (nano)
Tinggalkan Komentar