Tak Berkategori  

Update Per 30 Maret, 219 ODP Corona di Sukoharjo, Pendatang Baru Berkontribusi

banner 468x60
Direktur RSUD Ir Soekarno Gani Suharto bersama Kepala DKK Yunia Wahdiyati saat memberikan keterangan pers di Menara Wijaya, Senin (30/3/2020).

Sukoharjonews.com (Bendosari) – Kasus orang dalam pemantauan (ODP) Corona di Sukoharjo kembali naik per 30 Maret ini. Berdasarkan data yang ada, saat ini terdapat 219 ODP dan 12 PDP Corona. Untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sendiri masih tetap diangka 12 orang. Naiknya jumlah ODP sendiri salah satunya karena kontribusi warga pedatang baru yang baru saja mudik ke Sukoharjo. Kasus ODP sendiri sudah menyebar di 12 kecamatan di Sukoharjo.



“Untuk kasus PDP tidak ada kenaikan, masih tetap 12 orang. Kalau ODP Corona sudah ada di 12 kecamatan,” ujar Jubir Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Corona Sukoharjo, Gani Suharto, Senin (30/3/2020).

Untuk kasus PDP, lanjut Gani yang juga Direktur RSUD Ir Soekarno tersebut, dari 12 kasus PDP tersebut sudah dilakukan tes swap dimana hasilnya tiga negatif, empat masih menunggu hasil laboratorium, dan lainna sudah sembuh meski belum sempat di tes swap. Untuk penyebaran Corona sendiri, Gani mengaku Kecamatan Grogol masuk zona merah dengan dua kasus positif.

“Untuk 12 kasus PDP menyebar di sembilan kecamatan kecuali Tawangsari, Gatak dan Kartasura. Prinsipnya tetap waspada dan melakukan pencegahan. Jangan lantas merasa sehat dan nekat bepergian karena yang sehat bisa menularkan virus,” tandas Gani.

Disinggung mengenai kenaikan kasus ODP karena banyaknya warga yang mudik ke Sukoharjo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Yuni Wahdiyati mengaku sedikit banyak warga pendatang memberikan kontribusi. Menurutnya, siapapun yang datang dari luar daerah wilayah apalagi berasal dari daerah terjangkit dan mengalami gejala sakit merupakan ODP. Hanya saja, tidak serta merta ODP itu kemudian menjadi PDP.

“Warga yang baru saja datang dari daerah terjangkit kalau sehat harus karantina mandiri selama 14 hari. Inilah yang harus dipahami masyarakat agar Corona tidak mudah menyebar,” ujarnya.

Yunia juga mengatakan, khusus untuk pendatang, Sukoharjo berbeda dengan daerah lain karena warga yang datang tidak dikoordinir melainkan sendiri-sendiri menggunakan mobil pribadi dan lainnya. Kondisi tersebut menyulitkan pendataan. Untuk itu, peran RT/RW dan pemerintah desa sangat besar dalam memantau kedatangan pemudik tersebut. Dengan aktifinya masyarakat diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran virus Corona di Sukoharjo. (erlano putra)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *