Upaya Pemerataan Layanan Kesehatan, Dua Proyek RSUD Baru Dibangun di Tengah dan Timur Indonesia

Hutama Karya akan bangun dua RSUD, yakni RSUD Kota Bima di Nusa Tenggara Barat dan RSUD Sanana di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. (Foto: Dok Hutama Karya)

Sukoharjonews.com (Jakarta) – PT Hutama Karya (Persero) kembali menunjukkan kiprahnya dalam pembangunan infrastruktur kesehatan dengan memenangkan dua proyek baru: pembangunan RSUD Kota Bima di Nusa Tenggara Barat dan RSUD Sanana di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Total nilai kontrak kedua proyek ini mencapai Rp282,16 miliar, sebagai upaya meningkatkan kapasitas rumah sakit di masing-masing wilayah.

Penandatanganan kontrak RSUD Kota Bima telah berlangsung belum lama ini dan ditandatangani oleh Direktur RSUD Kota Bima, Faturrahman, dan EVP Divisi Gedung Hutama Karya, Nyoman Endi Mahendra, disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Ahmad, bertempat di Aula RSUD Kota Bima.

Sementara itu, kontrak RSUD Sanana ditandatangani pada Jumat (25/4) oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sula, Muhlis Soamole, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sula, Suryati Abdullah, Pejabat Penandatangan Kontrak, Ulia H. Ngofangare, serta Nyoman Endi Mahendra dari Hutama Karya.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menjelaskan bahwa proyek-proyek ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di bidang kesehatan yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan, dengan tujuan memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di berbagai daerah.

“Melalui pembangunan RSUD Kota Bima dan RSUD Sanana, Hutama Karya berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kapasitas rumah sakit daerah, khususnya di daerah terpencil.

“Kedua RSUD ini akan ditingkatkan dari Tipe D menjadi Tipe C, sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif bagi masyarakat setempat,” ujar Adjib, dikutip dari laman KabarBUMN, Rabu (30/4/2024).

Gedung RSUD Kota Bima akan berdiri di atas lahan 2,5 hektar di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Dengan nilai kontrak sebesar Rp130,3 miliar, rumah sakit ini dirancang memiliki luas bangunan 7.557 m², terdiri dari tiga lantai dan satu lantai atap, dengan target penyelesaian pada akhir Desember 2025.

Sementara itu, RSUD Sanana dibangun di kawasan RSUD Sanana, Jalan Dr. Sibarani, Falahu, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula. Dengan kontrak senilai Rp 149,6 miliar, rumah sakit ini akan berdiri di atas lahan 3,75 hektar dan mencakup bangunan seluas 7.400 m², terdiri dari dua hingga tiga lantai lengkap dengan rooftop pada Blok A1, A, dan A2, dengan target penyelesaian yang sama.

Kedua rumah sakit ini akan dilengkapi fasilitas kesehatan berstandar Tipe C, mencakup layanan dokter spesialis dasar seperti penyakit dalam, bedah, kebidanan, dan anak. Dilengkapi pula ruang operasi, ICU, NICU, laboratorium lengkap, serta peralatan radiologi modern.

“Sebagai rumah sakit Tipe C, kedua RSUD ini akan memiliki kemampuan memberikan layanan spesialistik dasar, sehingga mampu menangani kasus medis yang lebih kompleks tanpa perlu merujuk pasien ke rumah sakit dengan tingkat pelayanan lebih tinggi,” tambah Adjib.

Untuk RSUD Kota Bima, rencananya akan tersedia 20 jenis ruangan, termasuk IGD, radiologi, cytotoxic, farmasi, dan lainnya, dengan kapasitas layanan awal 19 bed. Dalam pengembangannya, kapasitas ini akan ditingkatkan menjadi 119 bed dengan 41 ruang kamar dalam lima kelas layanan berbeda.

Dalam proses pembangunan, Hutama Karya menerapkan konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH) dengan fokus pada efisiensi energi dan penggunaan material ramah lingkungan bersertifikat Eco Labelling. Khusus untuk RSUD Sanana, desain bangunan akan menekankan pada efisiensi energi melalui selubung bangunan, sistem pengkondisian udara, dan sistem kelistrikan yang efisien.

“Pendekatan keberlanjutan menjadi bagian integral dari konstruksi kedua RSUD ini.

“Kami berkomitmen untuk menerapkan standar Bangunan Gedung Hijau dari Kementerian PU untuk memastikan bangunan yang kami hasilkan tidak hanya berfungsi dengan baik, tetapi juga ramah lingkungan,” jelas Adjib.

Lingkup pekerjaan Hutama Karya dalam proyek ini meliputi seluruh tahapan: mulai dari perancangan, persiapan lahan, pembangunan struktur, arsitektur dan interior, instalasi mekanikal, elektrikal, pemipaan, hingga pengembangan utilitas, bangunan penunjang, dan infrastruktur lansekap.

RSUD Kota Bima akan dikerjakan sepenuhnya oleh Hutama Karya, sedangkan RSUD Sanana dikerjakan dalam skema joint operation dengan Pandu, di mana komposisi Hutama Karya sebesar 97,5% dan Pandu 2,5%.

Demi menjaga standar keselamatan tinggi, proyek ini juga akan dilengkapi perimeter proteksi seperti sound barrier, pagar PPDU, serta koordinasi intensif dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk kelancaran distribusi material dan alat berat.

Selain itu, sekitar 10% tenaga kerja di proyek ini akan diserap dari masyarakat lokal guna mendukung pertumbuhan ekonomi setempat.

“Pembangunan kedua RSUD ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, tidak hanya dari segi peningkatan pelayanan kesehatan terutama bagi masyarakat di Kota Bima dan Kepulauan Sula, tetapi juga dari aspek ekonomi melalui peningkatan pendapatan per kapita daerah berkat tambahan SDM dokter spesialis dan potensi peningkatan kegiatan transaksi selama proses konstruksi dan setelah rumah sakit beroperasi,” tambah Adib. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar