Terduga Teroris di Wirun Ternyata Atlet Taekwondo

Salah satu medali milik Hasby yang tergantung di sudut ruangan di penghuni Ruko Safira Regency A7.

Sukoharjonews.com – Hsb alias Hasby, penghuni Ruko Safira Regency A7 di Dukuh Pabrik RT 01 RW 01 Desa Wirun, Mojolaban, Sukoharjoyang ditangkap Densus 88 ternyata atlet taekwondo berprestasi. Karena itu, tidak heran jika di ruko yang di geledah tim anti teror Mabes Polri itu terdapat semacam patung untuk latihan bela diri.

Menurut kakak kandungnya, Hasby tersebut sudah banyak menyabet gelar juara diberbagai turnamen taekwondo. Dia mengatakan, adiknya sudah lama terjun di seni bela diri taekwondo. Menurutnya, Hasby juga menjadi pelatih taekwondo dan mengajar ekstra kurikuler di salah satu sekolah.

“Banyak medalinya dan kebanyakan juara 1,” tutur kakak dandung Hasby yang enggan disebut namanya saat ditemui wartawan, Selasa (24/10).

Pria bertubuh gemuk pendek itu mengatakan, pada dasarnya Hasby adalah sosok yang sensitif dan gampang emosi. Menurutnya, sejak lulus SMA Hasby juga sudah jarang di rumah dan lebih suka menyendiri.  “Saya juga tidak pernah omong sama dia, nomor telepon juga tidak punya. Tapi saya juga kaget tiba-tiba dia ditangkap Densus 88. Ibu saya sampai shock,” imbuhnya.

Dia menambahkan, keluarganya baru pindah di ruko tersebut sekitar 5 bulan terakhir. Sementara itu, dia menilai penggeledahan yang dilakukan Tim Densus 88 terlalu berlebihan.  Menurutnya, petugas tiba-tiba datang dan menunjukkan surat penggeledahan yang dia tidak tahu surat itu berisi apa. Dia tidak begitu hafal apa saja yang disita Densus 88 tersebut.

“Ada banyak, seperti hard disk yang diambil dari komputer rusak, tablet pecah juga diambil. Katanya untuk barang bukti, tapi tidak diungkapkan untuk barang bukti kasus apa,” tuturnya.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi membenarkan informasi soal penggeledahan tersebut. Pihaknya tidak tahu penggeledahan tersebut terkait apa. “Saya tidak tahu itu terkait apa. Densus sebatas berkoordinasi dan kami membantu satu peleton personil untuk back up pengamanan,” katanya.

Terkait barang yang disita, Kapolres juga membenarkan Tim Densus 88 membawa sejumlah barang bukti. Termasuk ada dua bendera yang turut diamankan dari ruko tersebut. Tapi kapolres tidak memastikan apakah bendera itu bendera ISIS atau bukan. “Ada bendera putih dan bendera hitam ada tulisan arab yang ikut disita,” pungkasnya. (Sofarudin)

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.