Stop Narkoba, Hargai Kesehatan Jiwamu

Tim P4GN Sukoharjo menggelar aksi simpatik untuk mengkampanyekan stop narkoba agar kesehatan jiwa tidak terganggu, Selasa (10/10).

Sukoharjonews.com – Puluhan warga dari berbagai elemen masyarakat turun ke jalan, Selasa (10/10). Mereka mengkampanyekan pada pelajar untuk menjaga kesehatan jiwa dengan menjauhi narkoba. Aksi yang dimotori Tim Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) digelar di kawasan simpang lima.

Koordinator Relawan Tim P4GN Sukoharko Agus Widanarko mengatakan, aksi tersebut dilandasi banyaknya remaja yang terjebak penyalahgunaan obat. Hal itu diawali dengan salah pergaulan dan juga bisa dimulai karena kurangnya memiliki rekan curhat atau konselor yang benar. Kondisi tersebut membuat depresi jiwa sehingga sering mencari pelarian yang salah dengan narkoba.

“Banyak jenis dari obat keras yang bisa merusak jiwa. Tidak hanya PCC, ada juga Tramadol, Trihex, dan lainnya,” ujar Danar-sapaan akrab Agus Widanarko.

Menurutnya, aksi simpatik dilakukan dengan membagi-bagikan pamflet berisi tips untuk konsultasi yang benar. Selain itu, juga materi berbagai jenis obat daftar G yang diwaspadai dan disalahgunakan. Aksi tersebut juga menghadirkan konselor P4GN yang baru dan siap memberikan konsultasi untuk remaja.

Konselor P4GN Kunari Maharani dalam kesempatan yang sama mengatakan, ada beberapa tanda-tanda depresi pada anak sekolah antara lain gejala hampir menyerupai dewasa, suasa perasaan depresi mulai timbul, ekspresi kurang percaya diri, engkritik diri sendiri dan merasa bersalah. Selain itu, juga kehilangan motivasi, kurang tertarik beraktivitas sosial dan sekolah, perilaku agresif dn menentang, hubungan teman terganggu, gangguan makan dan tidur, kehilangan minat pada aktivitas yang disenangi.

“Tanda-tanda lainnya munculnya keinginan bunuh diri. Beberapa tanda-tanda inilah yang perlu diwaspadai orang tua,” ungkapnya.

Peserta aksi lainnya Tunardi dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sukoharjo mengatakan, untuk menjaga jiwa tetap sehat bisa dilakukan dengan membaca buku. Pasalnya, informasi yang dibaca dalam buku kebenarannya bisa dipertanggungjawabkan. Menurutnya, dengan membaca buku juga juga menghindari berita-berita hoax yang tengah marak. (erlano putra)

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.