Sukoharjonews.com – Sony telah memperkenalkan sistem audio rumahan kelas atas yang baru bernama Bravia Theatre Trio, yang bertujuan menghadirkan pengalaman layaknya bioskop yang lebih imersif tanpa mengharuskan ruangan dipenuhi dengan speaker berkabel.
Dilansir dari Gizmochina, Selasa (2/6/2026), sistem ini diperkenalkan dalam acara peluncuran hiburan rumahan Sony tahun 2026 dan tampaknya menempati posisi teratas dalam jajaran produk audio perusahaan saat ini. Alih-alih menggunakan pengaturan “surround” multi-speaker tradisional, Bravia Theatre Trio sangat mengandalkan pemrosesan audio spasial dan teknologi speaker virtual milik Sony untuk menciptakan medan suara yang lebih luas.
Inti dari sistem ini adalah teknologi “360 Spatial Sound Mapping” milik Sony, yang menghasilkan beberapa speaker virtual di sekeliling ruangan untuk mensimulasikan efek suara *surround* yang lebih luas. Sony menyatakan bahwa versi baru dari sistem medan suaranya—yang disebut *360 Smart Dome Sound Field 3.0*—dikembangkan bekerja sama dengan studio pencampuran audio profesional.
Salah satu fitur tambahan yang paling menarik adalah “Cinema Enhancement Mode” (Mode Peningkatan Bioskop), yang berupaya mereproduksi tidak hanya suara langsung, tetapi juga efek pantulan audio yang biasanya Anda dengar di dalam gedung bioskop yang sebenarnya. Secara teori, hal ini akan membantu film terasa sedikit lebih megah dan kaya atmosfer dibandingkan dengan *soundbar* standar.
Pengaturan sistem ini mencakup tiga unit speaker nirkabel beserta satu saluran tengah (center channel) khusus. Sony juga menawarkan opsi peningkatan (upgrade) bagi pengguna yang menginginkan sistem “surround” yang lebih lengkap, termasuk subwoofer SW9 dan speaker belakang RS9.
Seperti yang sudah diperkirakan, harganya berada di kisaran kategori premium. Bravia Theatre Trio itu sendiri dibanderol seharga 14.990 yuan atau Rp39,4 jutaan di China, sementara paket lengkap dengan semua peningkatan harganya mendekati angka 30.000 yuan atau Rp79 jutaan.
Sistem ini mendukung teknologi Dolby Atmos dan DTS:X—fitur yang memang sudah sewajarnya ada pada perangkat di kelas ini—dan Sony tampaknya memosisikannya sebagai pendamping ideal bagi TV BRAVIA layar lebar maupun sistem proyektor.
Pendekatan yang diambil Sony di sini sangat mengandalkan pemrosesan speaker virtual, alih-alih sekadar menambahkan lebih banyak perangkat keras fisik. Apakah perangkat ini mampu menandingi sepenuhnya konfigurasi “surround” tradisional dalam penggunaan nyata merupakan persoalan lain; namun, setidaknya di atas kertas, BRAVIA Theatre Trio terdengar sebagai salah satu sistem audio rumahan Sony yang paling ambisius dalam beberapa waktu terakhir. (nano)
Tinggalkan Komentar